Ahad 14 Dec 2025 13:40 WIB

Rayakan Natal Bersama, Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara di TMII

Panitia Natal Nasional 2025 menyalurkan 1.520 paket bantuan ke Aceh.

Ibadah Malam Natal (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ibadah Malam Natal (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama akan menggelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, untuk merayakan kebersamaan dalam perayaan Natal bagi umat Kristiani.

“Dalam rangka perayaan Natal 2025, umat Kristiani akan menggelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kementerian Agama. Ini menjadi momentum merajut kebersamaan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama yang beragama Kristen Protestan dan Katolik, beserta keluarganya,” ujar Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga

Festival Kasih Kemenag akan digelar di TMII, Jakarta pada 29 Desember 2025. Menurut Jeane Marie Tulung, Festival Kasih Kementerian Agama akan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB.

Acara diawali dengan ibadah Natal yang akan diikuti ASN Kemenag yang beragama Kristen Protestan dan Katolik bersama keluarga mereka masing-masing.“Proses ibadah Natal ini diperkirakan berlangsung selama satu setengah jam, sampai 18.30 WIB,” kata Dirjen Bimas Kristen.

Setelah Ibadah Natal selesai, kata Jeane Marie Tulung, baru akan digelar Festival Kasih Nusantara bersama Kementerian Agama. Festival diperkirakan mulai dari jam 19.30 WIB. Pada momen ini akan ada sejumlah performance, antara lain Barongsai dari Khonghucu, Paduan Suara Anak Buddha, Tari Bali dari Hindu.

“Menteri Agama dijadwalkan hadir dalam Festival Kasih Nusantara ini sekaligus meluncurkan Buku Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Festival akan ditutup dengan penampilan musik kolintang dari gereja,” kata dia.

photo
Siluet sejumlah peserta menarikan tari Tortor di Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (12/10/2024). Sebanyak 5.000 penari dari berbagai negara seperti Indonesia, Kolombia, India dan Malaysia mengikuti pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan menarikan tari Tortor yang merupakan tarian tradisional asal Sumatera Utara. - (ANTARA FOTO/Fauzan)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement