Jumat 29 Aug 2025 18:09 WIB

Pascawafatnya Drivel Ojol, Rais Aam PBNU Minta Aparat Tahan Diri

Rais Aam PBNU sampaikan duka cita kepada keluarga Affan Kurniawan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Foto: Dok PBNU
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21 tahun) dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta.

Sebagai pimpinan tertinggi di PBNU, Kiai Miftach menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. “Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ujar Kiai Miftach dalam keterangan yang diterima Republika, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Menurutnya, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara dan harus dihormati oleh siapapun. Namun, Kiai Miftach juga meminta semua pihak, terutama aparat dan petugas di lapangan, untuk senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi.

“Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak,” ucapnya.

Kiai Miftach juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta aksi, untuk tidak bertindak anarkis dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Tragedi ini harus dijadikan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Ia menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus menjadi pedoman bersama, yaitu menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan nasional dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan, dan tanpa provokasi.

“Perbedaan pendapat harus disalurkan dengan cara yang damai dan bermartabat. Jangan sampai aksi menyuarakan aspirasi justru melahirkan korban jiwa dan merugikan bangsa dan negara,” kata Kiai Miftach.

Ia pun juga meminta seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan untuk ikut menenangkan situasi, tidak terprovokasi, dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bersifat anarkis.

“Mari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban. PBNU mengajak seluruh warga NU untuk menjadi peneduh di tengah masyarakat,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement