Jumat 29 Aug 2025 12:41 WIB

Syarikat Islam Minta Semua Pihak Redam Suasana Pasca Wafatnya Driver Ojol dalam Demo

Syarikat Islam dorong pemerintah tindak aparat yang sebabkan driver ojol wafat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi mobil rantis brimob yang melindas pengemudi ojol Affan Kurniawan
Foto: Republika/Daan Yahya
Ilustrasi mobil rantis brimob yang melindas pengemudi ojol Affan Kurniawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia (SII), Muflich Chalif Ibrahim meminta semua pihak untuk membantu meredam suasana setelah wafatnya seorang pengemudi ojek online dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025). Driver ojol bernama Affan Setiawan (21 tahun) itu meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas mobil Brimob di tengah aksi yang berlangsung ricuh.

"Mengajak semua pihak para penyelenggara negara, aparat keamanan, sipil, tokoh agama dan tokoh masyarakat membantu untuk mendinginkan keadaan suasana," ujar Chalif kepada Republika pada Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Ia pun menekankan pentingnya menahan diri demi menjaga keamanan dan kondusifitas bersama.

“Jangan mau di adu domba dengan aparat keamanan atau siapapun, berikan waktu dan kesempatan membenahi institusinya, ini ada upaya pembelokan sepertinya dari DPR ke aparat keamanan," ucapnya.

Lebih lanjut, Chalif juga mengimbau para khotib sholat Jumat di seluruh masjid untuk menyerukan pesan menahan diri kepada jamaah. Menurutnya, peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting dalam meredam potensi kerusakan yang lebih besar.

“Mari kita bangun suasana kondusif agar kerugian tidak semakin meluas. InsyAllah aparat dan pemerintah telah mendengar dan menyerap aspirasi rakyat, dan mereka akan bekerja keras membenahi institusinya agar lebih bertanggung jawab, meningkatkan sense of crisis, serta memperbaiki kinerja dalam melayani masyarakat. Semua pihak harus mengambil hikmah dari peristiwa ini,” katanya.

Tragedi yang menimpa Affan Setiawan kini menjadi perhatian luas publik. Chalif pun menyampaikan duka mendalam dan meminta pemerintah melakukan introspeksi atas kejadian tersebut.

"Kita prihatin sekali sampai terjadi peristiwa seperti itu. Kita berduka cita mendalam, dan kita bisa ambil pembelajaran berharga agar tidak sia-sia nyawa almarhum driver ojol . Semua berbenah dan muhasabah memperbaiki menata diri dan hati nurani bagi kemajuan kesejahteraan dan rasa keadilan," jelas Chalif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement