Kamis 27 Mar 2025 21:42 WIB

Begini Situasi Pengaturan Pelepasan Pemudik Motor ke Kapal di Pelabuhan Ciwandan

Antrean pemudik motor ini mengular sebelum memasuki kapal.

Rep: Fredikus Dominggus/ Red: Muhammad Hafil
Pemudik motor antre menaiki kapal ferry di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, Ahad (7/4/2024). H-3 Lebaran 2024 pemudik bersepeda motor masih memadati Pelabuhan Ciwandan.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemudik motor antre menaiki kapal ferry di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, Ahad (7/4/2024). H-3 Lebaran 2024 pemudik bersepeda motor masih memadati Pelabuhan Ciwandan.

REPUBLIKA.CO.ID,BANTEN -- Para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan, Banten untuk menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatera. Antrean pemudik motor ini mengular sebelum memasuki kapal.

Pantauan Republika.co.id pada Kamis (27/3/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB, terlihat antrean pemudik motor ini dibagi dalam empat lajur. Setiap lakur, berisi jumlah kendaraan berbeda-beda.

Baca Juga

"Ada yang 250, di tengah yang besar ini sekitar 300 an, di ujung yang kecil itu 150 an," kata petugas yang memandu prosesi masuknya motor-motor pemudik ke Kapal.

Dari lajur pertama, para pemudik membutuhkan waktu sekitar lima menit, untuk meninggalkan parkiran pelabuhan dan kemudian menuju kapal. Sampai semuanya tertata dengan sempurna, berlanjut ke antrean lajur kedua. Waktu tunggu kurang lebih setengah jam. Sejauh pantauan Republika.co.id, semuanya berjalan lancar.

"Harap tiketnya dipersiapkan. Yang masih merokok tolong dimatikan rokoknya," begitu seruan petugas pemandu.

Nampak petugas lintas sektor bersiaga di lokasi. Ada yang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ASDP, Pelindo, Kepolisian, dan sebagainya. 

Para pedagang menjajakan produknya. Ada yang menjual nasi bungkus, minuman dingin. Sejumlah awak media juga meliput situasi ini. 

Dalam keterangan resminya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berupaya memberikan pelayanan optimal bagi pemudik sepeda motor yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Perbantuan Ciwandan, Banten ini. "Kami telah melakukan berbagai peningkatan layanan, termasuk penambahan jumlah kapal operasi dan dermaga, serta optimalisasi sistem e-ticketing Ferizy agar arus kendaraan lebih tertata. Kami juga menambah petugas di lapangan untuk memastikan proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan aman," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo.

Dari evaluasi tahun lalu, ASDP telah memangkas waktu antrean pemudik motor sebelum naik kapal menjadi rata-rata satu jam, dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai tiga jam. Hal ini berkat optimalisasi jadwal keberangkatan dan sistem digitalisasi yang lebih baik.

Namun demikian guna mendukung kelancaran perjalanan, pemudik diimbau pertama, memastikan tiket sudah dibeli melalui aplikasi Ferizy dan datang sesuai jadwal keberangkatan. Kedua, memeriksa kembali barang bawaan agar tidak tertinggal.

"Kami mengingatkan pemudik agar tidak membeli tiket di luar aplikasi resmi Ferizy dan datang sesuai waktu keberangkatan. Ini penting untuk menghindari antrean panjang dan memastikan perjalanan tetap nyaman," kata Heru menambahkan.

Dirut ASDP bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau secara langsung pergerakan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, pada Kamis (27/3/2025) dini hari. Menhub ingin memastikan pengelolaan arus mudik di pelabuhan ini berjalan dengan baik. Hingga dini hari ini, jumlah kendaraan roda dua yang dilayani di Pelabuhan Ciwandan mencapai angka 11.800 unit. Adapun kapal yang beroperasi berjumlah 21 unit.

"Besok akan meningkat lagi. Lalu fasilitas yang disiapkan oleh Pelindo dan ASDP juga sangat membantu para pemudik, khususnya yang membawa anak-anak. Salah satu yang paling bermanfaat adalah tempat istirahat,” ujar Dudy.

Ia mengatakan, jumlah pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan mengalami peningkatan sejak Rabu (26/3)2025 malam. Namun demikian, kondisi tersebut tidak lantas membuat akses menuju pelabuhan menjadi tersendat. 

“Sesuai prediksi, jumlah penumpang dan kendaraan roda dua yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan mengalami peningkatan pada Rabu malam. Akan tetapi, meski terjadi lonjakan jumlah pemudik, arus lalu lintas dari dan menuju Pelabuhan Ciwandan tetap aman dan terkendali, dalam artian tidak mengalami kepadatan yang berarti,” tutur Dudy.

Menhub Dudy menilai keputusam menetapkan Pelabuhan Ciwandan sebagai akses bagi pemudik sepeda motor untuk menuju Pulau Sumatera sudah tepat. Dengan adanya pemisahan antara sepeda motor dengan kendaraan lain seperti mobil, bus, atau truk-truk besar, maka perjalanan para pemudik bisa terurai secara maksimal. 

Pada masa angkutan Lebaran 2025, pemerintah menerapkan skema pembagian pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. 

Pelabuhan Ciwandan memiliki tiga dermaga yang siap beroperasi untuk kapal Ro-Ro. Kapasitas parkir pelabuhan bisa menampung 21.679 unit motor dan 560 unit tronton. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement