Kamis 27 Mar 2025 21:33 WIB

ASDP Pastikan Pelayanan di Pelabuhan Ciwandan Berjalan Optimal

ASDP memangkas waktu antrean pemudik motor sebelum naik kapal.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Qommarria Rostanti
Pemudik motor antre menaiki kapal ferry di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten (ILUSTRASI). ASDP memangkas waktu antrean pemudik motor sebelum naik kapal.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemudik motor antre menaiki kapal ferry di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten (ILUSTRASI). ASDP memangkas waktu antrean pemudik motor sebelum naik kapal.

REPUBLIKA.CO.ID, CIWANDAN -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan optimal bagi pemudik sepeda motor yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Perbantuan Ciwandan, Banten, dalam menghadapi puncak arus mudik Idul Fitri 2025. Puncak mudik, diprediksi terjadi pada Jumat (28/3/2025) atau H-3 Lebaran.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan berbagai langkah strategis telah diterapkan untuk mengurai kepadatan dan meningkatkan kenyamanan pemudik. ASDP melakukan berbagai peningkatan layanan, termasuk penambahan jumlah kapal operasi dan dermaga. Kemudian optimalisasi sistem e-ticketing Ferizy agar arus kendaraan lebih tertata.

Baca Juga

"Kami juga menambah petugas di lapangan untuk memastikan proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan aman," ujar Heru, Kamis (27/3/2025).

Ada proses evaluasi berdasarkan situasi Tahun lalu. Kali ini ASDP memangkas waktu antrean pemudik motor sebelum naik kapal menjadi rata-rata 1 jam, dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai 3 jam. Itu terjadi berkat optimalisasi jadwal keberangkatan dan sistem digitalisasi yang lebih baik.

Namun demikian guna mendukung kelancaran perjalanan, pemudik diimbau melakukan beberapa hal ini. Pertama, memastikan tiket sudah dibeli melalui aplikasi Ferizy dan datang sesuai jadwal keberangkatan. Kedua, memeriksa kembali barang bawaan agar tidak tertinggal.

"Kami mengingatkan pemudik agar tidak membeli tiket di luar aplikasi resmi Ferizy dan datang sesuai waktu keberangkatan. Ini penting untuk menghindari antrean panjang dan memastikan perjalanan tetap nyaman," ujar Heru.

Dirut ASDP bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau secara langsung pergerakan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, Kamis (27/3/2025) dini hari. Menhub Dudy ingin memastikan pengelolaan arus mudik di pelabuhan ini berjalan dengan baik. Hingga dini hari ini, jumlah kendaraan roda dua yang dilayani di Pelabuhan Ciwandan mencapai angka 11.800 unit. Adapun kapal yang beroperasi berjumlah 21 unit.

"Besok akan meningkat lagi. Lalu fasilitas yang disiapkan oleh Pelindo dan ASDP juga sangat membantu para pemudik, khususnya yang membawa anak-anak. Salah satu yang paling bermanfaat adalah tempat istirahat,” ujar Dudy.

Menhub mengatakan, jumlah pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan mengalami peningkatan sejak Rabu (26/3/2025) malam WIB. Meski demikian, kondisi tersebut tidak lantas membuat akses menuju pelabuhan menjadi tersendat.

“Sesuai prediksi, jumlah penumpang dan kendaraan roda dua yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan mengalami peningkatan pada Rabu malam. Akan tetapi, meski terjadi lonjakan jumlah pemudik, arus lalu lintas dari dan menuju Pelabuhan Ciwandan tetap aman dan terkendali, dalam artian tidak mengalami kepadatan yang berarti,” ujar Dudy.

Menhub melihat Pelabuhan Ciwandan cenderung dipadati oleh pemudik sepeda motor pada malam hari. Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu dan seakan sudah menjadi sebuah pola yang berulang.

Ia menerangkan, pemilihan Pelabuhan Ciwandan sebagai akses bagi pemudik sepeda motor untuk menuju Pulau Sumatera sudah tepat. Dengan adanya pemisahan antara sepeda motor dengan kendaraan lain seperti mobil, bus, atau truk-truk besar, maka perjalanan para pemudik bisa terurai secara maksimal.

Pada masa angkutan Lebaran tahun ini pemerintah menerapkan skema pembagian pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. Untuk wilayah Banten, pemudik dengan sepeda motor akan menggunakan Pelabuhan Ciwandan untuk menuju Pulau Sumatera. Kemudian pemudik pejalan kaki, pengguna mobil pribadi, dan bus akan dilayani di Pelabuhan Merak, sedangkan angkutan barang golongan VII, VIII, dan IX akan menggunakan pelabuhan BBJ Bojonegara.

Menhub Dudy menambahkan, sarana dan prasarana yang ada di Pelabuhan Ciwandan pada dasarnya sudah cukup siap untuk menghadapi lonjakan pemudik pada masa angkutan Lebaran 2025. Ia pun meyakini pemudik akan terlayani dengan baik selama berada di area pelabuhan, bahkan hingga masuk ke dalam kapal. Pelabuhan Ciwandan memiliki tiga dermaga yang siap beroperasi untuk kapal Ro-Ro. Kapasitas parkir pelabuhan bisa menampung 21.679 unit motor dan 560 unit tronton.

Dikutip dari keterangan resmi ASDP, selain Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Gilimanuk di Bali juga menjadi titik utama penyeberangan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. ASDP memastikan kesiapan layanan di kedua pelabuhan tersebut dengan menambah frekuensi penyampaian informasi melalui media sosial, aplikasi Ferizy, dan kanal komunikasi lainnya agar pengguna jasa selalu mendapatkan update terbaru terkait kondisi di lapangan.

ASDP juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas, salah satunya dengan berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait guna mengatur pengalihan kendaraan di titik-titik krusial. “Kami telah menyusun pola pengalihan kendaraan dan pola operasi periode mudik, serta memastikan pembatasan kendaraan truk berjalan disiplin sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah ditetapkan,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin.

Sebagai bagian dari pengaturan arus mudik Jawa-Sumatera, ASDP bersama dengan stakeholder terkait menetapkan skema pengalihan kendaraan di beberapa titik strategis. Kendaraan mobil pribadi, bus, dan truk akan dialihkan melalui exit tol Cilegon Timur menuju Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ.

Kemudian, exit tol Merak akan difokuskan bagi mobil dan bus yang telah memiliki tiket. Bagi kendaraan yang belum waktunya check-in akan diarahkan ke rest area terdekat. Pengalihan kendaraan roda dua dan truk juga akan dilakukan di pertigaan Cilegon Timur menuju Pelabuhan Ciwandan. Dengan berbagai langkah strategis ini, ASDP optimistis dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement