REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa perputaran uang selama Lebaran tahun ini tetap stabil meskipun jumlah pemudik diprediksi menurun.
Airlangga, seusai menghadiri rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa berbagai program, termasuk bantuan sosial (bansos), telah berjalan dan turut menopang daya beli masyarakat.
"Perputaran uang tidak menurun karena banyak program dan juga bansosnya sudah jalan," ujar Airlangga.
Terkait prediksi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang memperkirakan perputaran uang selama Lebaran 1446 H/2025 turun 10 persen menjadi Rp137 triliun, Airlangga enggan berkomentar lebih jauh dan menyatakan bahwa pemerintah akan melihat perkembangan lebih lanjut.
"Ya, nanti kita lihat," katanya.
Menurutnya, Kemenko Perekonomian juga telah melakukan perhitungan terkait transaksi ekonomi selama Lebaran. Namun, ia menekankan bahwa kondisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh momen Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg).
"Lebaran tahun sebelumnya ada Pilpres dan Pileg, jadi berbeda," katanya.
Saat ditanya apakah perputaran uang tahun ini cenderung moderat atau mengalami penurunan, Airlangga menegaskan bahwa situasinya tetap moderat.
Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik pada tahun ini hanya mencapai 146,48 juta. Angka tersebut turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta.
Angka ini merupakan survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama akademisi yang menyatakan jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan hanya mencapai 146,48 juta orang.
Adapun, pengambilan survei data pemudik itu dilakukan pada pertengahan Februari 2025.