Rabu 26 Feb 2025 17:23 WIB

Tak Gentar Disanksi Akibat Nuklirnya, Iran Enggan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

Iran terus melanjutkan aktivitas nuklirnya

Rep: Andri Saubani/ Red: Nashih Nashrullah
Foto menunjukkan bagian atas dari fasilitas nuklir reaktor air berat Arak, 250 kilometer barat daya ibu kota Teheran, Iran.
Foto: Mehdi Marizad/Fars News Agency via AP
Foto menunjukkan bagian atas dari fasilitas nuklir reaktor air berat Arak, 250 kilometer barat daya ibu kota Teheran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Iran tidak akan menyerah pada tekanan dan sanksi yang dijatuhkan oleh Washington. 

Diplomat tertinggi Republik Islam mengatakan pada Selasa setelah bertemu dengan mitranya dari Rusia, beberapa hari setelah Moskow mengadakan pembicaraan awal dengan Amerika Serikat hanya sebulan setelah masa jabatan kedua Donald Trump di Gedung Putih, demikian Reuters melaporkan, diikutip Republika.co.id, Rabu (26/2/2025).

Baca Juga

Dalam lawatan satu harinya ke Iran, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendiskusikan topik-topik regional dan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi, kata media pemerintah.

Kunjungan ini dilakukan sehari setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan industri minyak Iran, sumber pendapatan utama Republik Islam tersebut.

Trump pada awal bulan ini mengembalikan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran yang mencakup upaya-upaya untuk membuat ekspor minyak negara tersebut menjadi nol, menerapkan kembali kebijakan keras terhadap Iran yang telah diterapkan selama masa jabatan pertamanya.

"Posisi Iran mengenai perundingan nuklir sudah jelas dan kami tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan dan sanksi," kata Aragchi dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Lavrov yang disiarkan di televisi.

"Tidak ada kemungkinan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat selama tekanan maksimum diterapkan dengan cara ini," kata dia menambahkan.

BACA JUGA: Masya Allah, Anak Kecil Ini Jawab Tes Alquran Syekh Senior Al Azhar Mesir dengan Cerdas

Sementara Trump mengatakan bahwa dia akan senang untuk membuat kesepakatan" dengan para penguasa ulama Iran, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada bulan ini bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat tidak cerdas, tidak bijaksana, dan tidak terhormat.

Namun, dia tidak jadi memperbarui larangan pembicaraan langsung dengan Washington yang ditetapkan pada masa pemerintahan Trump yang pertama.

photo
senjata mematikan Iran. - (national interest sputnik)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement