Senin 20 May 2024 22:34 WIB

JK Harap Pendidikan Islam Dipusatkan di Asia Tenggara

Asia Tenggara diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan sambutan saat kegiatan gerakan masjid bersih 2024 di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk mendorong terciptanya masjid yang bersih dan nyaman bagi umat Islam di seluruh Indonesia, khususnya dalam menyambut bulan Ramadhan.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan sambutan saat kegiatan gerakan masjid bersih 2024 di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk mendorong terciptanya masjid yang bersih dan nyaman bagi umat Islam di seluruh Indonesia, khususnya dalam menyambut bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) berharap pendidikan tinggi Islam dapat dipusatkan di Asia Tenggara sebagai alternatif para pelajar Islam di seluruh dunia untuk mempelajari Islam Wasatiah atau Islam Moderat.

Hal tersebut dikemukakannya saat mengunjungi Fatoni University, Pattani, Thailand, sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Islam yang terkonsentrasi di wilayah Thailand Selatan.

Baca Juga

"Saya berharap agar pendidikan tinggi Islam dapat dipusatkan di negara-negara Asia Tenggara sebagai alternatif para pelajar Islam dari seluruh dunia yang ingin belajar Islam Wasatiah," kata Jusuf Kalla dalam keterangan di Jakarta, Ahad (19/5/2024).

Melalui pembelajaran Islam Wasatiah, Jusuf Kalla mengatakan hal tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup umat secara ekonomi.

"Di situlah peran universitas mengembangkan iptek selain masjid sebagai pusat pengembangan peradaban," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut Jusuf Kalla yang merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) turut didampingi sejumlah tokoh cendekiawan Muslim Indonesia seperti Hamid Awaludin, Sudirman Said, dan Husain Abdullah.

Sementara Rektor Fatoni University Prof Dr Ismail Lutfie Japakiah menyambut baik kunjungan tersebut dan memanfaatkan kesempatan ini sebagai kesempatan untuk saling bertukar pengalaman.

Ia menjelaskan perkembangan universitas tersebut yang tidak hanya mengembangkan perguruan tinggi. Tetapi, sambungnya, melalui badan wakaf yang mereka bentuk, hingga akhirnya dapat mulai merintis usaha properti, serta pembangunan mal dan rumah sakit yang sebagian sudah berjalan dan tahap konstruksi.

"Jika semua perencanaan mereka rampung, maka akan menjadi salah satu penggerak roda ekonomi dan pendidikan terbesar di Pattani, Thailand Selatan," ucapnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement