Sabtu 18 May 2024 10:19 WIB

Tiga Tentara Israel Terluka Akibat Serangan Hizbullah

Hizbullah tingkatkan serangannya ke Israel.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Hizbullah - ilustrasi
Hizbullah - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok militan Lebanon, Hizbullah telah menyerang sebuah pos militer di Israel utara menggunakan senjata baru, yaitu pesawat tak berawak yang menembakkan dua rudal. Serangan itu melukai tiga tentara, salah satunya serius, menurut militer Israel. 

Hizbullah merupakan organisasi politik dan paramiliter dari kelompok Pejuang Islam yang didirikan pada tahun 1982 dan terletak di Lebanon Sejak didirikan, organisasi ini telah berkembang menjadi organisasi yang bercampur ke dalam strukur sosial Lebanon melalui pelayanan sosial dan partisipasi aktif dalam politik sambil tetap melancarkan serangan perjuangan internasional dan operasi-operasi militer regional.

Hizbullah menembakkan rudal melintasi perbatasan secara teratur terhadap Israel selama tujuh bulan terakhir, namun serangan pada hari Kamis lalu, tampaknya merupakan serangan udara rudal pertama yang berhasil diluncurkan ke dalam wilayah udara Israel.

Kelompok tersebut telah meningkatkan serangannya terhadap Israel dalam beberapa minggu terakhir, terutama sejak serangan Israel ke kota selatan Rafah di Jalur Gaza. Mereka telah menyerang lebih dalam di wilayah Israel dan memperkenalkan persenjataan baru yang lebih canggih.

“Ini adalah metode pengiriman pesan di lapangan kepada musuh Israel, artinya ini adalah bagian dari apa yang kami miliki, dan jika diperlukan kami dapat menyerang lebih banyak lagi,” kata Faisal Abdul Sater, Analis Politik Lebanon, dilansir dari APNews, Jumat (17/05/2024).

Meskipun baku tembak lintas batas negara telah berlangsung sejak awal Oktober, serangan yang dilakukan oleh Hizbullah dimulai beberapa hari setelah serangan drone dan rudal Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada pertengahan April lalu.

Faisal Abdul Sater, sebagai analis, mengatakan koalisi pimpinan Iran yang dikenal sebagai poros perlawanan yang mencakup kelompok militan Palestina Hamas dan telah memperingatkan bahwa jika pasukan Israel melancarkan invasi besar-besaran ke Rafah dalam upaya mengejar Hamas, maka hal itu akan terjadi.

Penggunaan persenjataan yang lebih canggih oleh Hizbullah, termasuk drone yang mampu menembakkan rudal, drone peledak, dan jenis peluru kendali kecil yang dikenal sebagai Almas, atau Diamond, yang digunakan untuk menyerang pangkalan yang mengendalikan balon tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan militer Israel. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement