Senin 13 May 2024 07:12 WIB

Kata Pakar Mengenai Kaum Salafi Rebut Masjid NU dan Muhammadiyah

Kaum Salafi mengeklaim mengamalkan Islam seperti yang dipraktikkan orang dahulu.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi buku tentang salafi-wahabi.
Foto: Wordpress.com
Ilustrasi buku tentang salafi-wahabi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan ini masyarakat Indonesia, khususnya di media sosial ramai memperbincangkan kaum salafi yang diduga telah banyak merebut masjid milik ormas Islam Indonesia, baik masjid Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU). 

Menanggapi fenomena ini, pakar Sosiologi agama dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abd Faiz Aziz menjelaskan, fenomena itu merupakan bagian dari dinamika perjumapaan antar kelompok di internal satu agama. 

Baca Juga

"Rebutan mimbar, rebutan mic, rebutan jamaah di masjid, ingin nguasai masjid, bikin liqo atau kelompok kajian di masjid adalah bagian dari upaya perebutan ruang ekspresi keberagamaan kelompok di internal agama, dan itu terjadi di mana-mana," ujar Faiz saat dihubungi Republika, Ahad (12/5/2024). 

Kelompok NU dan Muhamadiyah adalah kelompok keberagamaan yang mapan di Indonesia. Menurut dia, dua organisasi besar ini telah mempunyI banyak masjid dan lembaga pendidikan umat. 

"Namun belakangan muncul kelompok keberagamaan yang sering disebut dengan Salafi masuk pada masjid-masjid NU dam MD dengan tujuan mengembalikan praktik keberagamaan yang benar menurut mereka, kaffah, sesuai dengan praktik keislaman zaman nabi dan salafusaleh," ucap Faiz. 

Menurut Faiz, kaum Salafi tersebut tentu menyasar masjid-masjid NU dan Muhammadiyah, karena dua organisasi keislaman ini menjadi “penguasa” madzab keberislaman di Indonesia. 

"Kelompok Salafi ini memiliki semangat dakwah dan mencoba memberikan alternatif penjelasan dari keislaman yang dipraktikkan NU dan MD. Pelan-pelan mereka merebut ruang masjid meski belakangan NU dan MD memiliki ragam reaksi atas munculnya kelompok ini," kata Faiz. 

 

Namun...Lihat halaman berikutnya >>>>

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement