Kamis 11 Apr 2024 05:55 WIB

Jejak Yahudi dan Zionisme di Indonesia, Nyata Ada Tapi tak Kasatmata?

Yahudi dan Zionisme pernah 'singgah' dalam sejarah bangsa Indonesia

Ilustrasi Yahudi. Yahudi dan Zionisme pernah 'singgah' dalam sejarah bangsa Indonesia
Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Ilustrasi Yahudi. Yahudi dan Zionisme pernah 'singgah' dalam sejarah bangsa Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Keberadaan orang-orang Yahudi dalam sejarah bangsa Indonesia sulit ditemukan sejak zaman pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Jadi, kesaksian Saphir yang dikutip dalam buku Di Bawah Kuasa Antisemitisme: Orang Yahudi di Hindia Belanda (1861-1942) adalah kesaksian pertama dari orang Yahudi sendiri tentang keberadaan orang Yahudi di Batavia pada abad ke-19.

Baca Juga

Beberapa cerita orang Yahudi di Hindia Belanda berasal dari kesaksian Jacob Saphir dihadirkan dalam buku setebal 160 halaman itu. Romi juga menceritakan bagaimana orang-orang keturunan Yahudi di Indonesia berdasarkan berbagai sumber. Keberadaan mereka bahkan disebutsebut telah ada sebelum era kolonial.

Pada buku bersampul warna cokelat dengan foto kuburan Yahudi di Aceh itu, Romi memaparkan risetnya dari berbagai sumber tertulis dan keturunan Yahudi yang ada di Indonesia. Buku terbitan Penerbit Tjatatan Indonesia, April 2018, ini menampilkan banyak sumber tertulis dari Belanda dan bahkan media Yahudi yang pernah ada di Hindia Belanda.

Saat pemerintah Hindia Belanda yang antisemit berkuasa, mereka menerapkan peraturan catatan sipil untuk kaum Yahudi pada 18 Juni 1828. Mereka mengelompokkan orang Yahudi dalam dua golongan Nederlandsch Joden (Yahudi Belanda) dan Vreemde Joden (Yahudi Asing), bukan Yahudi Belanda.

Mereka terdiri atas Yahudi Turki, Yahudi Portugis, Yahudi Polandia, Yahudi Aus tria, Yahudi Rusia, Yahudi Rumania, Yahudi Hongaria, Yahudi Armenia, Yahudi Persia, Yahudi Baghdad, Yudi Kalkuta, Yahudi Damaskus, dan Yahudi Arab.

Pengelompokan-pengelompokan ini pun berkembang. Pertengahan abad ke-19 identifikasi diri pada orang Yahudi mengalami pergeseran. Muncullah kelompok Yahudi Eropa dan Yahudi Asia.

Romi menemukan penyebutan Yahudi Asia dalam laporan resmi pemerintah pada 1885, Jika sebe lumnya relasi antara Yahudi Belanda dan Yahudi Asing dalam konteks horizontal.

Pengelompokan yang baru tak lagi sama. Yahudi Asia dan Yahudi Eropa ditempatkan secara vertikal, da lam stratifikasi yang berbeda. Orang Yahudi Eropa tak setinggi orang Eropa, tetapi lebih tinggi daripada orang Asia. Stratifikasi berbeda terjadi saat pendudukan Jepang yang lebih mengutamakan orang Asia ketimbang Eropa.

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement