Jumat 16 Feb 2024 21:21 WIB

Ketum PBNU Cabut Penonaktifan Pengurus NU Jadi Timses dan Caleg

Setidaknya terdapat 63 orang personel PBNU yang terlibat kontestasi pemilu.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan sikap terkait hasil Pemilu 2024 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).
Foto: Republiika/Muhyiddin
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan sikap terkait hasil Pemilu 2024 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab dipanggil Gus Yahya mencabut penonaktifan seluruh pengurus NU yang menjadi tim sukses (Timses) capres-cawapres maupun calon anggota legislatif pada Pamilu 2024.

Gus Yahya memutuskan mencabut penonaktifan personel PBNU karena proses pemilu sudah selesai dan tidak akan ada potensi masalah yang berarti.

Baca Juga

“Kami memutuskan mencabut penonaktifan dari teman-teman yang kemarin non-aktif. Jadi dimulai hari ini, seluruh personel PBNU maupun pengurus-pengurus badan otonom telah aktif kembali menjalankan tugas sebagaimana biasa,” ujar Gus Yahya saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).

Saat pemilu berlangsung, PBNU sempat menonaktifkan puluhan pengurusnya. Penonaktifan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 285/PB.01/A.II.01.08/99/01/2024 tentang Penonaktifan Fungsionaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

 

Menurut Gus Yahya, setidaknya terdapat 63 orang personel PBNU yang terlibat dalam berbagai peran dalam kontestasi pemilu, baik sebagai tim sukses, juru kampanye, maupun calon legislatif. Semuanya kini telah aktif kembali sebagai pengurus NU.

“Itu ada sekitar 20 orang yang terlibat dalam Tim sukses Ganjar-Mahfud, ada sekitar lima orang terlibat dalam tim sukses dan juru kampanye Prabowo-Gibran, ada satu orang terlibat dalam Tim Sukses Anies-Muhaimin,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini.

Dalam rangka mendukung suasana pemilu yang lebih baik, menurut Gus Yahya, PBNU juga sempat melakukan penundaan sejumlah forum permusyawatan di berbagai tingkatan, mulai tingkat daerah sampai wilayah.

"Kita lakukan moratorium sementara waktu itu untuk membantu suasana yang kondusisf. Dan sekarang kami putuskan untuk mencabut moratorium itu. Sehingga sejak ini kita akan segera melakukan proses-proses organisasi yang normal di semua tingkatan," kata Gus Yahya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement