Senin 12 Feb 2024 17:28 WIB

Uni Eropa Perlu Capai Otonomi Pertahanan Agar tak Tergantung NATO

Trump menyebut negara NATO tidak cukup berinvestasi di bidang pertahanan.

Bendera di Markas Besar NATO menjelang konferensi pers setelah pertemuan Kepala Pertahanan Militer NATO di Brussels, Belgia, (18/1/2024).
Foto: EPA-EFE/OLIVIER HOSLET
Bendera di Markas Besar NATO menjelang konferensi pers setelah pertemuan Kepala Pertahanan Militer NATO di Brussels, Belgia, (18/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Uni Eropa harus mencapai otonomi strategis dan berinvestasi dalam bidang pertahanan, kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada Ahad (11/2/2024). Michel menyatakan hal tersebut menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump tentang hubungan Washington dengan sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Pernyataan-pernyataan sembrono mengenai keamanan NATO dan solidaritas Pasal 5 hanya menguntungkan kepentingan Putin," kata Michel melalui platform X. Pernyataan Trump soal NATO dinilai tidak membawa lebih banyak keamanan atau perdamaian ke dunia, tambah Michel.

Baca Juga

"Sebaliknya, pernyataan-pernyataan tersebut menekankan kembali perlunya UE untuk segera mengembangkan lebih lanjut otonomi strategis, serta berinvestasi dalam bidang pertahanan guna menjaga agar aliansi tersebut tetap kuat," lanjutnya.

Sebelumnya pada Sabtu (10/2/2024), dalam kampanye dengan para pendukung di Carolina Selatan, Trump mengatakan bahwa selama masa kepresidenannya, ada pemimpin anggota negara NATO yang tidak disebutkan namanya, yang telah bertanya kepadanya apakah Amerika Serikat akan mendukung aliansi tersebut jika ada kemungkinan terjadinya serangan dari Rusia.

 

Trump menanggapi pertanyaan itu dengan jawaban negatif, dengan mengatakan bahwa negara-negara NATO tidak cukup berinvestasi di bidang pertahanan. Mantan presiden AS itu juga berjanji untuk mendorong Rusia agar dapat "melakukan apa pun yang mereka inginkan". Ia menambahkan pula bahwa negara-negara anggota NATO harus menanggung akibatnya.

 

sumber : Antara, Sputnik
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement