Jumat 26 Jan 2024 21:50 WIB

Bersama Hafidz Alquran, Syafruddin Doakan Bangsa Indonesia di Masjid Nabawi

Syafruddin berharap para penghapal Alquran siapkan SDM sambut Indonesia Emas 2045.

Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Pur) Syafruddin memberikan nasihat kepada para penghapal Alquran di teras Masjid Nabawi Madinah Arab Saudi
Foto: dokpri
Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Pur) Syafruddin memberikan nasihat kepada para penghapal Alquran di teras Masjid Nabawi Madinah Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Ketua ASFA Foundation Komjen Pol (Purn) Dr. Syafruddin memberikan arahan dan nasehat kepada para peserta short course (pendidikan intensif) Alquran Sulaimaniyah Istanbul yang sedang berada di Madinah. 

Secara khusus, Haji Syafruddin bersama para Huffadz Alquran utusan pesantren dari Kalsel dan Sulselbar di masjid Nabawi mendoakan bangsa Indonesia.

Baca Juga

Haji Syafruddin meminta kepada seluruh peserta dauroh agar mengajarkan kepada santri-santri di pesantrennya atas apa yang telah dipelajari selama pendidikan Alquran Bersanad di Istanbul.

"Berbagai pengalaman, ilmu, dan segala bekal yang sudah didapatkan selama menempuh daurah di Turki, harus kalian sampaikan kepada masyarakat luas di tempat dakwah masing-masing," kata Wakapolri periode 2016-2018 tersebut.

 

ASFA Foundation melalui Lazis Assalam Fil Alamin mengadakan short course (pendidikan intensif) di Al-Azhar Kairo, Ummul Quro Makkah, Sulaimaniyah Istanbul dan Unida Gontor yang diikuti para asatidz utusan pesantren yang berada di wilayah Kalsel, Sulsel dan Sulbar.

Lazis ASFA dalam programnya  terus berkomitmen meningkatkan dan mempercepat SDM di lembaga pendidikan dan pesantren dalam bentuk beasiswa bergelar (S1-S3) dan non gelar (short course) di dalam dan luar negeri.

SDM yang di-upgrade dengan studi di berbagai perguruan tinggi tersebut akan menjadi penggerak yang mewarnai pembangunan Indonesia pada 2045.

Pada tahun itu, Indonesia akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Penduduk Indonesia pada 2045 akan didominasi sebanyak lebih dari 70 persen oleh mereka yang berusia produktif mulai 14 hingga 60 tahun.

Mereka akan menempati pos strategis seperti menggerakkan dunia usaha, membuat kebijakan, dan menekuni berbagai jabatan profesi. Tak hanya di dalam negeri, mereka juga akan bergerak di berbagai kawasan dengan memasuki institusi dan korporasi kelas dunia.

Tahun 2045 akan tiba dua dekade lagi. Masa yang tidak panjang. Tentu harus dipersiapkan dengan matang melalui pembentukan SDM berdaya saing global. Punya kemampuan bidang keilmuan, keterampilan, dan perangai mulia.

ASFA menilai ketiga hal itu harus didukung dengan keagamaan yang kuat, sehingga mereka tetap dalam keimanan. Mereka tetap berpegang teguh kepada tradisi luhur yang sudah dilestarikan para leluhur bangsa Indonesia, yang membangun bangsa dengan iman, ilmu, dan amal shalih.

Para peraih beasiswa ASFA juga diharapkan menjadi generasi yang memiliki keimanan yang kuat, keilmuan yang luas, dan terbiasa mengerjakan amal shalih, seperti para leluhur bangsa dahulu.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement