Selasa 23 Jan 2024 18:26 WIB

Pakistan Kecam Modi Atas Berdirinya Kuil Ram di Bekas Masjid Babri

Selama beberapa dekade, situs kuil diperebutkan oleh umat Hindu dan Muslim.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pemandangan saat peresmian kuil agung dewa Hindu Dewa Ram di Ayodhya, India, 22 Januari 2024. Kuil dibangun di bekas lahan Masjid Babri.
Foto: India's Press Information Bureau/Handout via
Pemandangan saat peresmian kuil agung dewa Hindu Dewa Ram di Ayodhya, India, 22 Januari 2024. Kuil dibangun di bekas lahan Masjid Babri.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pakistan pada Senin mengutuk konsekrasi sebuah kuil besar untuk dewa Hindu. Kuil tersebut dibangun di atas reruntuhan masjid Babri abad ke-16, yang dihancurkan pada 1992 di kota Ayodhya di India oleh komunitas Hindu fanatik.

Kuil ini merupakan janji Partai Nasionalis Hindu Modi Bharatiya Janata (BJP) 35 tahun yang lalu, yang kemudian menjadi masalah politik yang kontroversial sejak partai BJP terkenal dan berkuasa.

Baca Juga

Selama beberapa dekade, situs kuil diperebutkan dengan sengit oleh umat Hindu dan minoritas Muslim hingga menyebabkan kerusuhan nasional pada 1992. Kerusuhan itu menyebabkan 2.000 orang meninggal dunia, kebanyakan Muslim.

Umat Hindu India mengatakan situs itu adalah tempat kelahiran dewa Ram, dan jauh sebelum Muslim Mughal meratakan sebuah kuil untuk membangun Masjid Babri pada 1528.

 

Pada 2019, Mahkamah Agung menyerahkan tanah itu kepada umat Hindu dan memberikan sebidang tanah terpisah kepada umat Islam untuk dibangun masjid, yang hingga kini belum ada kemajuan kapan pembangunan masjid baru itu dimulai.

“Perkembangan 31 tahun terakhir, yang mengarah ke upacara konsekrasi hari ini, merupakan indikasi dari pertumbuhan mayoritasitarianisme di India," kata kantor luar negeri Pakistan.

“Ini merupakan aspek penting dari upaya yang sedang berlangsung untuk marginalisasi sosial, ekonomi dan politik Muslim India,” kata Pakistan dilansir dari Arab News, Selasa (23/1/2024).

"Sebuah kuil yang dibangun di lokasi masjid yang dihancurkan akan tetap menjadi noda di wajah demokrasi India untuk masa yang akan datang," tambah pernyataan itu.

"Ada daftar masjid yang terus bertambah, termasuk Masjid Gyanvapi di Varanasi dan Masjid Shahi Eidgah di Mathura yang menghadapi ancaman penodaan dan perusakan yang serupa," kata kantor luar negeri. "Komunitas internasional harus menyadari Islamofobia, ujaran kebencian, dan kejahatan kebencian yang berkembang di India." tambahnya.

Hampir 8.000 orang diundang ke upacara pembukaan kuil pada Senin (22/1/2024), sementara lebih dari 10.000 personel polisi menjaga kota berpenduduk tiga juta itu. Keamanan juga ditingkatkan secara nasional, terutama di kota-kota besar dan kecil yang telah mengalami ketegangan dan perselisihan Hindu-Muslim di masa lalu.

Kuil dibuka untuk umum pada Selasa dan manajemennya mengharapkan 100 ribu pengunjung setiap hari selama beberapa bulan ke depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement