Senin 22 Jan 2024 17:13 WIB

Menlu Saudi: Tidak Ada Normalisasi dengan Israel tanpa Negara Palestina

Dia juga menekankan perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza.

Menlu Retno LP Marsudi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Alsaud (kiri).
Foto: ANTARA/Humas Kemenlu
Menlu Retno LP Marsudi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Alsaud (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menegaskan negaranya tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika isu Palestina tidak terselesaikan.

"Itulah satu-satunya cara kita mendapat manfaat (dari normalisasi hubungan)," kata Faisal dalam wawancara dengan CNN yang disiarkan pada Ahad (21/1/2024).

Baca Juga

“Jadi, ya, karena kita memerlukan stabilitas dan stabilitas hanya bisa dicapai melalui penyelesaian masalah Palestina," ujar dia.

Pekan lalu, Faisal berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss bahwa Israel tidak dapat menikmati perdamaian tanpa pembentukan negara Palestina. Dia juga menekankan perlunya gencatan senjata di Jalur Gaza.

 

Sebelum perang Israel di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober tahun lalu, Arab Saudi sedang dalam proses perundingan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Negosiasi itu dimediasi oleh Amerika Serikat.

Namun, para analis yakin perang tersebut telah menyebabkan penundaan pembicaraan antara kedua pihak. Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok pejuang Hamas Palestina.

Serangan Israel membunuh sedikitnya 25.105 warga Palestina dan melukai 62.681 orang lainnya, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas. PBB mengatakan serangan Israel juga menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi, di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan. Sebanyak 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement