Selasa 12 Dec 2023 19:48 WIB

UI Gandeng Pemuka Agama Percepat Penurunan Stunting

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi gizi para pemuka agama.

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan gerakan makan telur dan minum susu guna mencegah stunting.
Foto: ANTARA FOTO/Henry Purba
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan gerakan makan telur dan minum susu guna mencegah stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) menggandeng para pemuka agama seperti dai, kiai, dan ustadz melalui pengabdian masyarakat dengan tema Peningkatan Literasi Gizi pada Pemuka Agama dalam Rangka Penurunan Stunting di Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Pengmas FKM UI Asih Setiarini mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi gizi para pemuka agama, sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu topik ceramah keagamaan dan memberikan pesan-pesan kepada masyarakat tentang gizi serta langkah pencegahan stunting.

Baca Juga

"Dalam melakukan intervensi diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk key opinion leader, seperti tokoh yang berperan dalam menebarkan pendidikan agama dan menjadi teladan di tengah masyarakat," Selasa (12/12/2023).

Pada pelaksanaannya, kegiatan pengmas ini diawali dengan pre-test dan pemberian materi kepada 17 dai, kiai, dan ustadz setempat. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, mengapa pencegahan stunting penting, cara pengukuran stunting, dampak stunting, penyebab stunting, dan gizi seimbang.

Hal ini juga sejalan dengan kegiatan Halaqah Nasional 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengusung tema “Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting”.

Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan penyuluh agama dan da’i-da’iyah dapat mengambil peran menyiapkan materi stunting dalam setiap khutbah, ceramah, dan tausiyah sehingga masyarakat mempunyai pemahaman tentang isu-isu kesehatan, khususnya stunting.

Dalam upaya menurunkan angka stunting secara komprehensif, saat ini pemerintah telah melaksanakan upaya lewat intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Dalam hal intervensi spesifik adalah yang langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting dan umumnya diberikan oleh sektor kesehatan, seperti asupan makanan, pencegahan infeksi, dan status gizi ibu.

Pada intervensi sensitif menyangkut kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting, seperti penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan lain-lain yang melibatkan sektor di luar kesehatan.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement