Selasa 07 Nov 2023 19:30 WIB

7 Jurus Tipu Daya yang Digunakan Setan untuk Menjerumuskan Umat Manusia

Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi berdoa dari godaan setan. Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ilustrasi berdoa dari godaan setan. Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Terdapat tujuh siasat dan tipu daya setan untuk menjerat manusia. Manusia yang ingin selamat dari siasat dan tipu daya setan perlu memahami apa saja siasat dan tipu daya setan tersebut.

Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau Imam Al-Ghazali dilansir dari Kitab Minhaj al-Abidin yang diterjemahkan Abu Hamas As-Sasaky dan diterbitkan Khatulistiwa Press 2013, menjelaskan tujuh siasat dan tipu daya setan, di antaranya:

Baca Juga

Pertama, mencegah. Dengan cara mencegah seorang hamba mengerjakan amal ibadah. Jika seorang hamba dilindungi oleh Allah Ta'ala dan menolak bujukan setan itu dengan mengatakan, “Aku sangat membutuhkan amal baik, sebab aku harus membawa bekal dari dunia yang fana ini untuk menuju akhirat yang abadi.” Maka setan itu akan melanjutkan dengan cara yang kedua.

Kedua, menunda. Setan membisikkan kepada seorang hamba untuk menunda-nunda mengerjakan amal ibadahnya. Jika seorang hamba dilindungi oleh Allah dan menolak bisikan itu dengan mengatakan, "Ajalku tidak berada di tanganmu, maka aku tidak akan menunda-nunda amal ibadahku hari ini untuk esok hari. Jika aku menunda amal hari ini untuk esok, maka kapan aku akan mengerjakan amal esok harinya? Sebab, setiap hari itu ada amalannya." Maka setan akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang ketiga.

 

Ketiga, tegesa-gesa.

Setan menganjurkan kepada seorang hamba untuk tergesa-gesa dalam mengerjakan amal ibadah. Setan membisikkan, “Tergesa-gesalah, agar kamu cepat-cepat terbebas dari ini dan itu.”  

Apabila Allah melindungi seorang hamba dan hamba tersebut menolaknya dengan mengatakan, “Amal yang sedikit tetapi sempurna adalah lebih baik daripada amal yang banyak tapi kurang sempurna.” Maka setan akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang keempat.

Keempat, agar dilihat manusia. Setan membisikkan kepada seorang hamba untuk mengerjakan ibadahnya sebagus mungkin agar orang-orang tahu bahwa ia seorang ahli ibadah. Jika Allah melindungi hamba tersebut dan dia menolak bisikan itu dengan mengatakan, “Apa perlunya aku beramal untuk dilihat manusia. Cukup bagiku penglihatan Allah Ta'ala?” Maka setan akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang kelima.

Baca juga: Baca Doa Ini Agar Allah SWT Satukan Kita dengan Orang Saleh dan Penghuni Surga

Kelima, mengagumi amal sendiri.  Setan ingin menjerumuskan seorang hamba pada perbuatan ujub (mengagumi amal sendiri), dengan mengatakan, "Betapa hebatnya kamu, dan betapa bersemangatnya kamu dalam beramal ibadah."

Jika Allah Ta'ala melindungi hamba tersebut yang kemudian menolak pujian itu dengan mengatakan, “Anugerah itu milik Allah yang diberikan kepadaku. Dialah yang menentukannya kepadaku dengan taufik-Nya dan menjadikan amalku memiliki nilai yang besar. Kalau bukan karena anugerah-Nya, maka apalah nilai amal ini di samping nikmat Allah Ta'ala yang telah diberikan kepadaku, juga di samping kedurhakaanku kepada-Nya." Maka setan pun akan melanjutkan dengan menggunakan cara yang keenam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement