Senin 06 Nov 2023 21:56 WIB

Pemkab Bekasi Santuni 1.000 Santri Yatim-Dhuafa

Santri yatim dan duafa harus mendapatkan bantuan.

Ilustrasi santunan untuk santri.
Foto: istimewa
Ilustrasi santunan untuk santri.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat menyantuni 1.000 santri yatim dan dhuafa saat meluncurkan Program Bekasi Taqwa sekaligus rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di daerah setempat.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan program bantuan pendidikan untuk pelajar sebetulnya sudah disalurkan bagi pelajar umum, sedangkan pada program ini, bantuan terfokus kepada para santri yatim dan dhuafa yang tengah belajar di pondok pesantren.

Baca Juga

"Makanya karena ada momentum Hari Santri, walaupun baru satu tahun sekali, Baznas memberikan bantuan kepada santri yatim dan dhuafa. Supaya mereka bisa terbantu," katanya saat menyerahkan bantuan itu di Bekasi, Senin (6/11/2023).

Kabupaten Bekasi sudah memiliki peraturan daerah tentang pondok pesantren yang sedang ditindaklanjuti dengan menyusun peraturan bupati oleh Pemkab Bekasi bersama Majelis Masyayikh Kabupaten Bekasi.

 

"Itu semacam dewan pendidikan, kalau di pendidikan umum. Kita rumuskan dengan PCNU, MUI, dengan Forum Pondok Pesantren. Kalau ini sudah terbentuk nanti implementasi perda bisa lebih operasional," katanya.

Dirinya berharap, para santri dapat memanfaatkan bantuan ini untuk kebutuhan belajar dan ke depan mereka juga mampu terus mandiri serta memiliki cita-cita terbaik dalam melanjutkan kehidupan.

"Karena semua berangkat dari mimpi. Dengan adanya mimpi atau cita-cita, kita jadi punya tujuan yang bisa menjadikan manusia-manusia terbaik," ucapnya.

Ketua Baznas Kabupaten Bekasi Samsul Bahri menjelaskan santunan ini diberikan kepada 50 pondok pesantren dengan masing-masing pondok mengirimkan 40 santri kategori yatim dan dhuafa.

Bantuan yang diterima setiap santri senilai Rp 300 ribu untuk pemenuhan kebutuhan belajar. Program ini ke depan akan dievaluasi guna mengetahui sejauh mana tingkat efektivitas serta ketepatan sasaran.

"Kita juga bicarakan dengan Pak Bupati dan Pak Kepala Kemenag terkait sejauh mana dampak manfaat untuk para santri, supaya ini bisa lebih efektif ke depan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement