Senin 06 Nov 2023 18:12 WIB

Jusuf Kalla Lantik Pengurus Wilayah DMI Maluku

JK mengatakan memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama umat Muslim.

Ketua PP DMI, Jusuf Kalla melantik pengurus wilayah DMI Maluku, di Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Senin (6/11/2023).
Foto: ANTARA/Winda Herman
Ketua PP DMI, Jusuf Kalla melantik pengurus wilayah DMI Maluku, di Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Senin (6/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) melantik Pengurus Wilayah (PW) DMI Maluku Periode 2023-2028 di Masjid Raya Al-Fatah.

Prosesi pelantikan mengacu pada PP DMI berdasarkan SK bernomor: 179.A/III/SKEP/PP-DMI/X/2023 tentang Susunan Pengurus dan Personalia Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Maluku periode 2023-2028.

Baca Juga

“Saya lantik dengan harapan dapat mengabdikan diri, bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan memakmurkan masjid sehingga masjid dapat memakmurkan jamaah (masyarakat secara luas),” kata JK, Senin (6/11/2023).

JK menegaskan memakmurkan masjid adalah suatu tindakan yang sangat baik dalam Islam, seperti sholat di masjid secara teratur, menyumbangkan keuangan, memberi sedekah, mendukung kegiatan pendidikan dan sosial serta berperan aktif dalam komunitas masjid.

“Semua tindakan ini akan membantu menjaga masjid tetap hidup dan berfungsi sebagai pusat ibadah dan pendidikan untuk komunitas,” ujarnya.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki ribuan masjid yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Masjid di Indonesia berperan penting sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan komunitas bagi umat Muslim.

Masjid juga berperan sebagai pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam berbagai hal. “Dalam program kemasjidan, kita memahami Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tentu juga mempunyai masjid terbanyak,” ucapnya.

Meski begitu, kata Kalla, memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama umat Muslim di suatu komunitas. Ini bukan hanya tugas tunggal satu individu, tetapi merupakan hasil kolaborasi dan kontribusi dari banyak orang dalam komunitas Muslim.

“Yang memakmurkan masjid itu ada tiga, pertama yang mendirikannya, kedua yang mengurus dan memeliharanya, ketiga yang sholat berjamaah di masjid. Tiga hal ini haruslah menjadi tiang utama kita,” katanya.

Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran dalam menyejahterakan masyarakat seperti pendidikan, kegiatan sosial, bimbingan konseling dan pemberdayaan ekonomi dengan memberikan pelatihan dan dukungan finansial kepada wirausaha kecil di komunitas mereka.

“Kenapa masjid juga harus memakmurkan masyarakatnya karena akan bantu meningkatkan kegiatan dan ekonomi masyarakat. Tanpa masyarakat yang mempunyai kemampuan maka semua akhirnya bergantung kepada pemerintah,” ucapnya.

Gubernur Maluku yang juga sebagai Ketua Pembina Pimpinan Wilayah (PW) DMI Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail menyambut kehadiran Jusuf Kalla bersama rombongan di Maluku. Ia juga mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus PW DMI Maluku periode 2023-2028.

“Masjid tidak saja menjadi wahana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pusat pengembangan berbagai program dan inovasi dalam memberikan kontribusi bagi kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat di Maluku,” katanya.

Gubernur Irjen Pol (Purn) Maluku Murad Ismail menjabat sebagai Ketua Pembina, sedangkan Sekda Sadali Ie menjabat sebagai Ketua Pimpinan Harian PW DMI Maluku.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement