Selasa 31 Oct 2023 17:44 WIB

MUI: Muslim tidak Pernah Memusuhi Lebih Dahulu

Genosida yang dilakukan Israel berdampak pada munculnya antipati global.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil
Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan dalam bahasa Spanyol, Tidak untuk genosida Palestina, selama demonstrasi melawan Israel dan untuk mendukung warga Palestina, di Buenos Aires, Argentina, pada hari Senin, 17 Mei 2021.
Foto: AP Photo/Victor R. Caivano
Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan dalam bahasa Spanyol, Tidak untuk genosida Palestina, selama demonstrasi melawan Israel dan untuk mendukung warga Palestina, di Buenos Aires, Argentina, pada hari Senin, 17 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim menjelaskan genosida yang dilakukan Israel berdampak pada munculnya antipati global terhadap Israel. 

Zionisme Israel dilakukan oleh pemerintah Israel misinya adalah menguasai dan menghancurkan sebuah negara. Seperti yang dilakukan mereka kepada warga Palestina.

Baca Juga

Mereka yang melakukan genosida ini merupakan penganut Yahudi berhaluan kanan. 

"Kita lihat di beberapa negara di AS misalnya aksi penolakan genosida dilakukan justru banyak dari berbagai pihak termasuk sebagian orang Yahudi, karena masalah ini soal kemanusiaan bukan lagi berdasar agama"ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (31/10/2023).

 

Terkait penolakan orang Yahudi yang berkunjung di beberapa negara, ini berkaitan dengam hubungan diplomasi kedua negara. Indonesia jelas tidak memiliki hubungan diplomasi sehingga jika ada warga Israel seharusnya ditolak.

Ini merupakan ranah pemerintah atau pihak imigrasi untuk memeriksa orang yang datang ke Indonesia. Bagi Sudarnoto dengan landasan tersebut seharusnya tak ada visa yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk warga Israel. 

Namun ini juga yang menjadi dilema bagi Yahudi sendiri, karena mereka yang menolak genosida mendapat keistimewaan dengan mendapat perumahan di bekas wilayah Palestina yang diratakan. Namun mereka tidak setuju cara-cara pemerintahnya. 

Cara-cara melakukan perlawanan Israel pun bisa dilakukan dengan banyak hal. Pertama cara diplomasi seperti yang dilakukan PBB dan OKi. 

Kedua, perang seperti yang dilakukan Hamas dan pejuang lainnya sejak pendudukan Israle 1948. Ketiga, dengan misi kemanusiaan, mengirimkan bantuan logistik dan kebutuhan warga Palestina yang menjaid korban.

Keempat, melakukan tekanan dengan ikut sertq aksi dan demo di berbagai tempat agar Israel menghentikan serangan mereka. Kelima, melalui bidang ekonomi, slaah satunya boikot.

"Dan saya menjadi salah satu yang berada di barisan memboikot produk-produk Israel yang mendukung genosida di Palestina,"ujar dia.

Namun apapun yang menjadi pilihan setiap orang memang memiliki risiko nya masing-masing. Semua cara-cara tersebut dianggap sah ketika sebuah negara melakukan genosida.

"Ini lambat laun mau tidak mau akan memunculkan yahudipobia di dunia internasional, dan orang Yahudi harus siap dengan itu,"ujar dia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan umat Islam tidak pernah memusuhi siapapun. Namun Allah dalam firman Nya menginformasilam bahwa orang Yahudi tidak akan pernah rela atau menyujai agama Islam.

"Memang ada sebagian Yahudi yang memusuhi Islam, yang saat ini dilakukan oleh Israel, bahkan sejak jaman dulu nabi Israel dikenal selalu membunuh nabi-nabinya,"ujar dia.

Zionis Israel memang berambisi untuk membuat negara sendiri dengan merebut wilayah Palestina. Dan siapapun yang menghambat ambisinya maka mereka akan menjajahnya. 

Namun memang Yahudi sebagai agama atau bangsa dengan tindakan yang dilakukan merupakan tiga hal yang berbeda. Sehingga memang ada sebagian Yahudi yang tidak memusuhi Islam. 

Terkait hubungan diplomasi dengan orang Yahudi selama ada kemaalahatan maka tidak ada masalah. Namun jika membahayakan negara maka ketika berkunjung ke Indonesia tidak perlu diberikan visa.

Dan sebagai salah satu perlawanan kepada zionis Israel, pemboikotan produk Israel pun tidak masalah. Meski secara syariat produk mereka tidak haram.

"Namun melihat genosida yang dilakukan Israel dengan membunuh lebih dari delapan ribu orang dan sebagian besar adalah anak-anak, perempuan dna lansia, sudah tepat untuk memboikot produk mereka"jelas dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement