Selasa 24 Oct 2023 19:15 WIB

Lapas Banda Aceh Prioritas Pembinaan Keagamaan Narapidana

Pembinaan keagamaan narapidana harus jadi perhatian bersama.

Ilustrasi kegiatan mantan narapidana.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ilustrasi kegiatan mantan narapidana.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh memprioritaskan pembinaan keagamaan bagi narapidana atau warga binaan sehingga memiliki akhlakul karimah.

"Pembinaan keagamaan ini untuk melahirkan warga binaan yang akhlaqul karimah, memiliki perilaku mulai serta menjadi teladan di masyarakat setelah menjalani hukuman," kata Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh Said Mahdar di Aceh Besar, Selasa (24/10/2023).

Baca Juga

Menurut Said Mahdar, tujuan pembinaan keagamaan tersebut untuk meningkatkan keimanan dan pemahaman warga binaan terhadap agama yang mereka anut.

Mayoritas warga binaan beragama Islam. Pembinaan keagamaan dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga dan dilakukan secara berkala, kata Said Mahdar.

"Seperti lantunan zikir yang dikumandangkan ini, masyarakat di sekitar lapas mengira zikir tersebut dilantunkan santri yang diundang. Padahal zikir tersebut dilantunkan oleh warga binaan," katanya.

Said Mahdar mengatakan, pembinaan keagamaan tersebut juga sebagai bagian melahirkan warga binaan sebagai manusia yang berguna ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat.

"Tentunya, kami berharap warga bina Lapas Banda Aceh masuk sebagai narapidana keluar sebagai santri. Serta menjadi teladan bagi orang lain ketika keluar dari lembaga pemasyarakatan ini," kata Said Mahdar.

Selain keagamaan, Lapas Kelas IIA Banda Aceh juga memberi pembinaan ketrampilan kepada warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal ketika berbaur kembali dengan masyarakat.

Said Mahdar mengatakan adapun pembinaan keterampilan yang diberikan di antaranya pembuatan kue dan roti, tukang pangkas, pot bunga, kerajinan miniatur kapal, dan lainnya.

"Dari pembinaan keterampilan tersebut, ada mantan warga binaan dari lapas ini sudah menjadi pengusaha kue dan roti. Produknya dipasarkan di kawasan pantai barat selatan Aceh," kata Said Mahdar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement