Jumat 20 Oct 2023 21:03 WIB

Bantuan Aqsa Working Group untuk Warga Gaza Masuk Lewat Pintu Rafah

Bantuan 200 porsi makanan tersebut berasal dari rakyat Indonesia.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah
Warga Palestina memeriksa kerusakan di Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius menyusul serangan udara semalam di Gaza, 20 Oktober 2023. Setidaknya 18 orang meninggal.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Warga Palestina memeriksa kerusakan di Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius menyusul serangan udara semalam di Gaza, 20 Oktober 2023. Setidaknya 18 orang meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Lembaga kepalestinaan Aqsa Working Group (AWG) membagikan bantuan pangan untuk masyarakat Jalur Gaza yang mengungsi di Markas Alliwa, sebelah Rumah Sakit Al-Shifa.

Melalui biro AWG di Gaza, 200 porsi makanan tersebut telah dibagikan pada Kamis, 19 Oktober 2023. Bantuan itu berasal dari rakyat Indonesia yang berdonasi melalui Aqsa Working Group.

Baca Juga

Zionis Israel meluncurkan serangan udara dengan menargetkan Rumah Sakit Baptist (Al Ahli Arab Hospital). Sebanyak 600 orang syahid dalam serangan keji itu, termasuk pasien dan tenaga medis. Sementara, lebih dari 900 lainnya terluka.

Rumah sakit tertua kedua di Jalur Gaza itu juga menjadi tempat berlindung bagi warga Palestina dari agresi Israel. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 3.785 warga Palestina dibunuh dalam serangan Israel sejak perang mulai pecah pada 7 Oktober 2023 dan 12.493 lainnya luka-luka.

Selain itu, Zionis Israel juga telah menutup akses masuk ke Masjid Al-Aqsa dan menghalang-halangi umat Muslim yang hendak beribadah di dalamnya. Israel telah memutus aliran listrik, air dan makanan ke Gaza.

Selain itu, suplai obat-obatan semakin menipis. Rumah sakit dan tenaga medis di Gaza kewalahan menerima warga sipil yang terluka maupun meninggal dunia akibat serangan Israel. Seorang dokter mengatakan, hanya kasus-kasus paling akut yang mendapatkan operasi karena sumber daya tidak mencukupi.

“Gaza kehabisan air dan listrik. Faktanya, Gaza sedang dicekik dan tampaknya dunia saat ini telah kehilangan rasa kemanusiaannya,” kata Komisaris Jenderal badan pengungsi Palestina UNRWA Philippe Lazzarini.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi sepakat membuka pintu perbatasan Rafah sehingga sebanyak 20 truk bantuan bisa masuk ke Jalur Gaza. Pengiriman tersebut kemungkinan besar baru sampai pada Jumat (20/10/2023) karena perbaikan jalan.

Mesir menegaskan jalur bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan ke Jalur Gaza akan melewati pintu perbatasan Rafah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement