Kamis 19 Oct 2023 12:26 WIB

Ini Para Pesepak Bola yang Tunjukkan Solidaritas terhadap Palestina 

Sejumlah pesepakbola menunjukkan simpatinya untuk Palestina.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Muhammad Hafil
Sejumlah pesepakbola menunjukkan simpatinya untuk Palestina. Foto:  Penyerang Al Ittihad Karim Benzema (kiri)
Foto: Twitter Al Ittihad
Sejumlah pesepakbola menunjukkan simpatinya untuk Palestina. Foto: Penyerang Al Ittihad Karim Benzema (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID,PARIS -- Beberapa pemain sepak bola telah menyuarakan dukungan mereka untuk korban Palestina akibat serangan udara Israel, yang memicu reaksi dari klub mereka. Namun mungkin saja sikap ini mendapat kecaman dan berbagai upaya mencopot penghargaan yang diterima di dunia sepak bola.

Seperti kemungkinan mencopot gelar Ballon d'Or dari Karim Benzema, Inilah yang dituntut oleh Senator Valerie Boyer dari partai sayap kanan Prancis, Les Republicains (LR). Langkah ini sebagai sebuah "hukuman simbolis" dalam sebuah pernyataan di mana ia juga menyerukan agar kewarganegaraan Prancis Benzema dilucuti.

Baca Juga

Para politisi sayap kanan Prancis melancarkan kritik mereka terhadap sang pesepakbola, yang merupakan pencetak gol terbanyak kelima sepanjang masa untuk tim nasional Prancis. Dimana saat ini Benzema bermain sebagai penyerang tengah untuk klub Arab Saudi, Al-Ittihad.

Dalam sebuah penampilan di saluran CNews, dalam acara Pascal Praud "L'heure des pros," Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin juga membidik mantan pemain internasional Prancis itu. 

"Benzema, seperti yang kita ketahui, memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin... Kita sedang menghadapi seekor ular laut, yaitu Ikhwanul Muslimin, karena mereka menumbuhkan atmosfer jihadisme, seperti yang telah ditunjukkan oleh Gilles Kepel (ilmuwan politik Prancis dan spesialis Islam)," katanya.

Karim Benzema, 35 tahun, adalah salah satu dari sedikit tokoh publik Prancis yang secara terbuka mendukung perjuangan Palestina. Pada hari Ahad lalu, ia men-tweet "doa" untuk orang-orang Gaza dan menyebutkan "pemboman yang tidak adil," yang menandai tanggapan pertamanya terhadap konflik Israel-Palestina terbaru.

Serangan udara Israel terus membombardir bangunan dan infrastruktur sipil di Jalur Gaza yang terkepung untuk hari ke-12, dengan serangan terbaru yang menargetkan sebuah rumah sakit pada hari Selasa (17/10/2023), yang menewaskan sedikitnya 471 warga sipil, baik pasien maupun pengungsi.

Bentrokan terbaru permusuhan antara Israel dan Palestina di Gaza dimulai ketika pejuang Hamas melancarkan serangan multi-front terhadap komunitas Israel pada tanggal 7 Oktober lalu. Mereka menembakkan ribuan roket dan mengirimkan pesawat tempur ke Israel melalui darat, udara, dan laut.

Sedikitnya 1.400 warga Israel terbunuh dalam serangan tersebut, termasuk warga sipil dan tentara, dan 199 orang ditawan kembali ke Gaza. Kemudian, pasukan Israel membalas dengan menghujani Jalur Gaza dengan serangan udara, sedikitnya 3.478 warga Palestina menjadi korban meninggal, lebih dari seribu di antaranya adalah anak-anak.

Dalam dunia sepak bola, ada beberapa individu yang secara terbuka menyatakan dukungan untuk Palestina. Pada hari Selasa, Eric Cantona, mantan pemain sepak bola Prancis yang dikenal karena aktivisme sosialnya, yang berbicara di Instagram dalam bahasa Inggris. Ia menekankan bahwa "membela hak asasi manusia Palestina tidak berarti mendukung Hamas".

Dalam sebuah unggahan berjudul "Bebaskan Palestina", ia menyerukan "kebebasan bagi warga Palestina dari penjajahan Israel, yang telah merampas hak-hak asasi mereka yang paling mendasar selama 75 tahun".

Pada 2021, mantan penyerang Olympique de Marseille ini mempromosikan Hoping Foundation dalam upayanya mengumpulkan bantuan "untuk mendukung intervensi darurat di Gaza". Tahun lalu, ia mengenakan jersey khusus, dan hasil penjualannya ditujukan untuk para pengungsi Palestina.

Sementara itu, Nabil Fekir, pemain Real Betis di Sevilla dan juara Piala Dunia 2018 bersama tim nasional Prancis, juga mengungkapkan dukungannya untuk rakyat Palestina dalam sebuah pesan yang diunggah di Instagram pada hari Rabu (18/10/2023).

Fekir membagikan foto Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dengan keterangan: "Dukungan tak tergoyahkan untuk rakyat Palestina." Dia menyerukan kembalinya perdamaian dan keadilan, juga menyatakan bahwa penduduk Palestina telah mengalami "apartheid terlalu lama".

Pada hari Selasa, setelah pengeboman Rumah Sakit Al-Ahli al-Arab di Gaza, pemain Aljazair, Islam Slimani, yang bermain sebagai penyerang tengah untuk Coritiba FC di Brasil, mengunggah foto koridor yang terbakar di Instagram story-nya dengan judul "Bebaskan Palestina".

Jurnalis olahraga terkenal, Didier Roustan, berkomentar di TV5 Monde pada hari Senin: "Bagus bahwa para pesepakbola memiliki hati nurani politik; cukup berani untuk menegaskan posisi mereka, tetapi mereka masih harus kehilangan banyak hal dalam perdebatan semacam ini."

Keluhan diajukan ke dewan etika Federasi Sepak Bola Prancis pada hari Ahad setelah pemain Nice, Youcef Atal, membagikan sebuah postingan yang berisi "ajakan untuk melakukan kekerasan" terkait konflik tersebut.

Dia diskors oleh klubnya pada hari Rabu. Meskipun pemain internasional Aljazair itu dengan cepat menghapus postingan tersebut dan mengeluarkan permintaan maaf. klub menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memilih untuk "segera" menjatuhkan sanksi, sebagai tindakan "pencegahan" sebelum ada tindakan apa pun yang diambil oleh otoritas olahraga atau hukum.

Sanksi juga dijatuhkan kepada Anwar El Ghazi, pemain sepak bola internasional Belanda berusia 28 tahun, yang diskors oleh klubnya, Mainz, di Jerman. Ia diskors karena membagikan postingan yang mengekspresikan dukungan untuk Palestina sebagai tanggapan atas tindakan militer Israel. Sejak Selasa, sang pemain telah dibebaskan dari "kewajiban latihan dan pertandingan".

"El Ghazi mengambil sikap yang tidak dapat diterima oleh klub terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Sebelum mengambil keputusan ini, klub dan sang pemain terlibat dalam diskusi mendalam," jelas klub dalam sebuah pernyataan.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan belasungkawa atas nama organisasi kepada presiden Federasi Sepak Bola Palestina dan Israel dalam sebuah surat yang dikirim pada hari Jumat pekan lalu. Namun ia menekankan bahwa FIFA menyelaraskan diri dengan "seruan untuk segera mengakhiri permusuhan dan meringankan penderitaan rakyat Israel dan Palestina". 

 

sumber : Middle East Eye
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement