Jumat 06 Oct 2023 17:30 WIB

Laznas DPF Gelar Teacher Competency Development Program untuk 150 Guru di Bogor

Pelatihan TDCP kali ini mengundang praktisi Artificial Intelligence asal Bogor

Laznas Djalaluddin Pane Foundation (DPF) melaksanakan Teacher Competency Development Program (TCDP) untuk seratus lebih guru se Bogor Raya. Kegiatan ini dilaksanakan di AULA RS UMMI Bogor pada Rabu, (4/10/2023).
Foto: dok Laznas DPF
Laznas Djalaluddin Pane Foundation (DPF) melaksanakan Teacher Competency Development Program (TCDP) untuk seratus lebih guru se Bogor Raya. Kegiatan ini dilaksanakan di AULA RS UMMI Bogor pada Rabu, (4/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Laznas Djalaluddin Pane Foundation (DPF) melaksanakan Teacher Competency Development Program (TCDP) untuk seratus lebih guru se Bogor Raya. Kegiatan ini dilaksanakan di AULA RS UMMI Bogor pada Rabu, (4/10/2023).

Berbeda dari TCDP sebelumnya, kali ini Laznas DPF berkolaborasi dengan RS UMMI Bogor serta dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 2. Kolaborasi ini adalah wujud keterlibatan bersama dalam upaya menghadirkan pendidik yang mampu beradaptasi di era serba digital. Terlebih guna memfasilitasi para siswa yang hari ini tentu memiliki karakter yang berbeda.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah Barat Asep Sudarsono menyampaikan apresiasi kepada Laznas DPF yang telah menginisiasi Teacher Competency Development Program (TCDP).

“Program ini memang dibutuhkan para guru. Kini hidup di era AI guru-guru jangan sampai kalah. AI ini semua ada, keterbatasan guru terkadang tidak hidup mengikuti arus zaman. Makanya semoga bapak-ibu bisa bersemangat untuk belajar di sini,” ujar Asep.

Pelatihan TCDP kali ini mendapuk Bung Zaid salah seorang praktisi Artificial Intelligence yang juga sudah terbiasa berbagi dengan para guru di Bogor. Bung Zaid dalam penyampaian materinya tidak hanya sekadar memaparkan teori-teori, tetapi juga mengajak para guru untuk mempraktekan langsung.

“Ke 150 guru yang hadir tampaknya cukup excited dalam mengikuti pelatihan. Sering guru merasa teknologi itu susah, tetapi setelah ditunjukkan caranya mereka langsung cepat menangkap dan bisa mengikuti materi yang ada” Ujar Bung Zaid.

Hadir juga KH Wahfiudin Sakam selaku Dewan Pembina LAZNAS DPF serta salah seorang inisator dari program ini. Kiai Wahfi menyoroti tentang perkembangan pertumbuhan penduduk dunia terutama Indonesia dan proyeksi kemajuan Indonesia.

"Karena itu Pendidikan menjadi penting buat LAZNAS DPF. Kita tidak ingin potensi bangsa kita menjadi momok bangsa. Di tengah berbagai persoalan bangsa kita melihat pendidikan kunci utama, karena di pendidikan tidak hanya kompetensi siswa yang dibangun tetapi juga kepribadian, karakter dan adab," Ujar Kiai Wahfi.

Dalam bulan oktober ini Teacher Competency Development Program (TCDP) akan dilaksanakan dalam tiga angkatan. Dua angkatan akan diselenggarakan di Kota Bogor dan 1 angkatan rencananya akan diselenggarakan di Kota Tanggerang Selatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement