Ahad 24 Sep 2023 19:47 WIB

Dua Warga Palestina Gugur dalam Serangan Israel di Tepi Barat  

Militer Israel bergerak ke kamp pengungsi Nour Shams.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Muhammad Hafil
Konflik Israel dan Palestina (ilustrasi).
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Konflik Israel dan Palestina (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM -- Dua warga Palestina gugur dalam serangan militer Israel pada Ahad (24/9/2023) di bagian utara Tepi Barat. Ini adalah pertumpahan darah terbaru dalam gelombang kekerasan selama periode liburan Yahudi.

Militer Israel bergerak ke kamp pengungsi Nour Shams, dekat Kota Tulkarem, untuk menghancurkan pusat komando militan dan fasilitas penyimpanan bom di sebuah gedung. Militer mengatakan, unit-unit teknik meledakkan sejumlah bom yang ditanam di bawah jalan, dan para militan melepaskan tembakan dan melemparkan bahan peledak, ketika pasukan membalas dengan tembakan langsung.

Baca Juga

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dua pria yang diidentifikasi sebagai Asid Abu Ali (21 tahun) dan Abdulrahman Abu Daghash (32 tahun) gugur akibat tembakan Israel.  Penggerebekan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada jalan dan bangunan.

Israel telah melakukan peningkatan serangan militer, terutama di Tepi Barat bagian utara, selama satu setengah tahun terakhir. Militer Israel mengatakan, serangan tersebut merupakan operasi untuk membasmi militan Palestina dan menggagalkan serangan di masa depan.

 

Namun, warga Palestina mengatakan, serangan itu memperkuat pendudukan Israel selama 56 tahun di Tepi Barat. Penggerebekan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan memperlambat pertempuran dan berkontribusi pada melemahnya Otoritas Palestina, yaitu pemerintahan mandiri yang mengelola wilayah pendudukan Tepi Barat.

Menurut penghitungan The Associated Press, sekitar 190 warga Palestina telah terbunuh di Tepi Barat sejak awal tahun ini. Israel mengatakan, sebagian besar dari mereka yang tewas adalah militan. Namun warga sipil Palestina ikut terbunuh dalam serangan tersebut. Setidaknya 31 orang tewas dalam serangan Palestina terhadap Israel tahun ini.

Ketegangan mulai menyebar selama sepekan terakhir ke Jalur Gaza, di mana ratusan warga Palestina setiap hari mengadakan demonstrasi di sepanjang pagar yang memisahkan wilayah tersebut dari Israel. Pada Sabtu (23/9/2023) serangan udara Israel menghantam lokasi militan untuk kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir. Serangan udara berlangsung  setelah warga Palestina mengirimkan balon pembakar ke lahan pertanian Israel, dan pengunjuk rasa Palestina melemparkan batu serta bahan peledak ke arah tentara di pagar pemisah.

Lonjakan kekerasan terjadi selama musim liburan tahun baru Yahudi. Orang-orang Yahudi akan memperingati Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender mereka, pada Ahad (24/9/2023)  malam, diikuti dengan festival Sukkot selama seminggu di akhir bulan. Selama Sukkot, sejumlah besar umat Yahudi diperkirakan akan mengunjungi situs suci paling sensitif di Yerusalem yaitu kompleks Al Aqsa. Kompleks ini

dihormati oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount. Sementara umat Islam meyakini kompleks Al Aqsa sebagai Tempat Suci yang Mulia. Kompleks tersebut merupakan lokasi Masjid Al Aqsa dman sering menjadi titik fokus kekerasan.

Israel merebut Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Palestina menginginkan ketiga wilayah tersebut sebagai bagian dari negara merdeka.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement