Senin 11 Sep 2023 14:49 WIB

Mayoritas Penduduk Beragama Islam, Maroko Miliki 51 Ribu Masjid

Masjid di Maroko mencapai 51 ribu.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Masjid Bersejarah Abad ke-12 Maroko rusak karena gempa bumi.
Foto: Gulf Today
Masjid Bersejarah Abad ke-12 Maroko rusak karena gempa bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berita bencana gempa bumi yang menimpa Maroko, Jumat (8/9/2023) kemarin, meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat setempat. Sejumlah doa dan belasungkawa disampaikan penduduk dunia, agar negara dengan bentuk monarki konstitusional ini segera bangkit.

Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter tersebut dilaporkan merusak sejumlah bangunan tua dan bersejarah, termasuk masjid sebagai rumah ibadah umat Islam. Setidaknya ada dua masjid yang dilaporkan terdampak, yaitu Masjid Tinmel di pegunungan High Atlas dan Masjid Koutoubia di kota bersejarah Marrakesh.

Baca Juga

Negeri dengan julukan Seribu Benteng itu memiliki sejarah panjang akan Islam. Islam pertama kali dibawa ke Maroko pada 680 oleh invasi Arab di bawah Uqba ibn Nafi, yang adalah seorang jenderal yang melayani Damaskus di bawah Bani Umayyah.

Saat ini, persentase penduduknya yang merupakan Muslim adalah 98,7 persen dari total populasi 37 juta. Sisanya merupakan mereka yang memeluk agama Yahudi.

Dilansir dari berbagai sumber, dengan jumlah Muslim yang banyak ini, Maroko tercatat memiliki sekitar 51.000 masjid. Salah satu masjid terbesar dan termegahnya adalah Masjid Hasan II yang dibangun tahun 1980 di Casablanca.

Tidak hanya itu, negara ini juga memiliki sejumlah perguruan tinggi Islam yang menjadi rujukan Muslim dari seluruh dunia. Salah satunya adalah Universitas Hassan II Casablanca (UH2C), yang berdiri pada 1975. Mulanya, univeristas ini merupakan cabang dari Universitas Mohamed V di Rabat.

Nama universitas ini diambil dari nama seorang raja terkemuka di Maroko, Raja Hasan II, yang memimpin Maroko dari 1961-1999. Institusi pendidikan ini memiliki lima Fakultas di dua kota berbeda. Fakultas Hukum, Sosial, Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Sains berada di Ain Syuq, sedangkan Fakultas Sastra dan Humaniora di Casablanca.

Kampus Islam lainnya yang bisa menjadi tujuan pendidikan adalah Universitas Mohammed V (UM5). Kampus ini resmi berdiri pada 1957 dan diresmikan oleh Raja Muhammad V, sekaligus raja pertama Maroko seusai merdeka dari penjajahan Prancis.

Pada 1993 universitas ini membuka dua cabang yakni Universitas Mohammed V Agdal dan Universitas Mohammed V Souissi. UM5 menjadi universitas terbaik kedua di Maroko tahun 2022 versi UniRank.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement