Rabu 06 Sep 2023 23:10 WIB

Renungkan Hal-Hal Berikut Ini Saat Ditimpa Banyak Masalah

Banyaknya masalah bukan tanda Allah SWT murka

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Stres (ilustrasi). Banyaknya masalah bukan tanda Allah SWT murka
Foto: Pixnio
Stres (ilustrasi). Banyaknya masalah bukan tanda Allah SWT murka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seorang Muslim mungkin sedang tertimpa banyak masalah. Misalnya utang menumpuk, dikejar-kejar debt collector, rumah tangga hancur, dipecat, atau hal lain semacamnya yang membuatnya gundah gulana. 

Dalam kondisi demikian, apakah itu menjadi tanda murka Allah SWT? Pendakwah Mesir, Mustafa Husni menjelaskan, banyaknya masalah tidak berkaitan dengan murka Allah SWT. Dalam keadaan itu, yang bersangkutan harus bersegera untuk melakukan introspeksi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Baca Juga

Mustafa Husni menambahkan, bila memang yang bersangkutan merasa tidak berbuat dosa atau maksiat, maka bersikaplah untuk selalu merasa cukup, bersabar dan bersyukur. Dengan sikap ini, sifat negatif seperti iri, dengki atau hal buruk tidak akan hinggap dalam hati. 

Dia juga mengingatkan untuk selalu berdzikir pada waktu pagi dan sore. "Hikmah Allah SWT akan sampai kepada seorang hamba setelah eyakini akan adanya hikmah yang datang. Sadari bahwa kita ini milik Allah SWT, dan kepada-Nyalah tempat kembali," jelasnya, seperti dilansir Masrawy. 

 

Mubaligh Mesir, Dr Amr Khaled juga menjelaskan, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar seseorang lepas dari apapun masalah kehidupan yang menderanya. Pertama, cari lingkungan yang tepat untuk menenangkan diri. 

Khaled menuturkan, pikiran yang baik membutuhkan lingkungan yang tenang sehingga seorang Muslim bisa fokus bertawakal atau menyerahkan semua masalah itu kepada Allah SWT. 

Baca juga: 8 Dalil Berikut Ini Semoga Membuat Kita Segera Terinspirasi Baca Alquran

Untuk melupakan mereka yang telah menganiaya dan menyakiti Anda, dan juga untuk menjernihkan hati dan pikiran dari tekanan dan beban masalah yang berat. Seorang Muslim harus ingat bahwa Allah Mahamengetahui. Allah SWT berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"...boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah ayat 216)

"Tidak ada yang berkehendak di alam semesta kecuali Allah SWT. Tidak akan terjadi di alam ini tanpa kehendak-Nya," lanjut Khaled.

Baca juga: 14 Keistimewaan Alquran yang Tak Terbantahkan Sepanjang Masa 

 

Merelakan sesuatu terjadi tidak boleh diartikan sebagai sikap menyerah. Sebab, rela yang sejati adalah tindakan positif yang efektif untuk menghilangkan tekanan psikologis dari pikiran dan jiwa, serta membebaskan pikiran dari rumitnya masalah yang dialami, seperti ketidakadilan dan penindasan.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Wabishah bin Ma'bad RA, dia mendatangi Nabi SAW untuk bertanya tentang kebaikan. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Mintalah fatwa kepada hatimu, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan kejelekan (dosa) itu adalah sesuatu yang meresahkan jiwa dan membimbangkan dada meskipun manusia telah berulang kali memberi fatwa kepadamu."

 

Sumber: masrawy    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement