Senin 28 Aug 2023 10:46 WIB

BKKBN Sulsel dan Rumah Zakat Lanjutkan Penyaluran Bantuan di Kota Makassar

Penyaluran bantuan BKKBN dan Rumah Zakat di Kota Makassar memasuki bulan ke-5

Pada tanggal 21 Agustus 2023, sebanyak 37 penerima manfaat, terdiri dari 17 ibu hamil & Menyusui dan 20 balita (baduta), menerima bantuan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Foto: Dok Rumah Zakat
Pada tanggal 21 Agustus 2023, sebanyak 37 penerima manfaat, terdiri dari 17 ibu hamil & Menyusui dan 20 balita (baduta), menerima bantuan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dalam upaya terus meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Rumah Zakat, kembali melanjutkan penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan. 

Pada tanggal 21 Agustus 2023, sebanyak 37 penerima manfaat, terdiri dari 17 ibu hamil dan menyusui dan 20 balita (baduta), menerima bantuan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Penyaluran bantuan ini telah mencapai bulan ke-5 sejak dimulainya program ini. Bantuan ini dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi perhatian serius di berbagai wilayah. Kali ini, penerima manfaat tersebar di 9 kelurahan di Kecamatan Biringkanaya.

Sebanyak 6 titik penyaluran telah ditentukan untuk memastikan bantuan dapat dijangkau oleh semua penerima manfaat. Titik-titik tersebut meliputi Rumah Kader Laikang, Kantor Lurah Bakung, Rumah Kader Hj. Fatimah, Posyandu Bougenvile Kelurahan PAI, dan di Kontainer Kantor Kelurahan Daya. Proses penyaluran dimulai dari pukul 08:30 WITA hingga 12:30 WITA.

Dalam setiap tahap penyaluran, para penerima manfaat didampingi oleh kader-kader Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keluarga Berencana (KB), Kepala UPT KB Biringkanaya Kasmaningsih dan seluruh PKB sekecamatan Biringkanaya turut mendampingi proses penyaluran ini.

Salah satu penerima manfaat, Desi (36 Tahun), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BKKBN atas program pendampingan ini. Bantuan yang diberikan tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi dirinya dan keluarganya, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting yang menjadi perhatian bersama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement