Sabtu 19 Aug 2023 19:47 WIB

Thailand Luncurkan Rencana Baru untuk Menarik Wisatawan Muslim

Wisatawan Muslim jumlahnya terus meningkat dengan daya beli yang tinggi.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
 Turis berduyun-duyun mengunjungi Kuil Buddha Zamrud di Grand Palace di Bangkok, Thailand, Kamis (30/3/2023). Thailand mencapai targetnya dengan mencatat 6,15 juta kunjungan wisman dalam tiga bulan pertama 2023, karena negara itu menargetkan kedatangan enam juta turis asing. pengunjung pada akhir Maret.
Foto: EPA-EFE/RUNGROJ YONGRIT
Turis berduyun-duyun mengunjungi Kuil Buddha Zamrud di Grand Palace di Bangkok, Thailand, Kamis (30/3/2023). Thailand mencapai targetnya dengan mencatat 6,15 juta kunjungan wisman dalam tiga bulan pertama 2023, karena negara itu menargetkan kedatangan enam juta turis asing. pengunjung pada akhir Maret.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Pemerintah Thailand membuat target baru menjadi tujuan utama wisatawan Muslim dari negara lain pada 2027. Rencana ini disampaikan oleh Juru Bicara wakil pemerintah, Rachada Dhnadirek.

Wisatawan Muslim disebut sebagai salah satu target terbesar untuk sektor pariwisata negara. Ini karena jumlahnya yang terus meningkat dengan daya beli yang tinggi.

Baca Juga

Mengutip data Departemen Pariwisata (DoT), lebih dari tiga juta turis Muslim mengunjungi negara itu pada 2022. Angka ini mengalami lompatan besar bila dibandingkan dengan 875.043 pada 2017.

Ia juga menambahkan, rata-rata seorang pengunjung Muslim tinggal selama 13 hari dan menghabiskan sekitar 6.000 baht per hari. Dilansir di Bangkok Post, Sabtu (19/8/2023), untuk lebih mempromosikan kerajaan di kalangan wisatawan Muslim, DoT telah mengumumkan rencana lima tahun sejak 2023 hingga 2027. Fokus utama ada pada peningkatan kualitas layanan operator pariwisata, untuk memenuhi standar internasional.

"Hal ini termasuk memperkenalkan barang, layanan dan aktivitas halal yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dan menerapkan teknologi untuk memfasilitasi wisatawan," ujar dia.

DoT juga dilaporkan bekerja sama dengan sektor terkait untuk mengidentifikasi bagaimana mendukung pengunjung Muslim dan mempromosikan Thailand, sebagai tujuan wisata yang ramah Muslim.

"Rencana strategis ini diharapkan dapat membantu Indonesia menjadi salah satu tujuan utama wisatawan Muslim dalam lima tahun ke depan," kata Rachada.

Saat ini, pemerintah disebut telah melihat pentingnya membuka pasar wisata muslim. Negara juga berharap kebijakan itu bisa dijalankan oleh pemerintahan baru.

Menurut Mastercard-Crescentrating Global Muslim Travel Index 2023, Indonesia dan Malaysia berada di posisi nomor satu, diikuti oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Turki. Di tahun ini, Thailand telah menyambut lebih dari 16,472 juta turis internasional sejak 1 Januari.

Menurut Divisi Ekonomi Pariwisata dan Olahraga Kementerian Pariwisata dan Olahraga, sejauh ini kedatangan pelancong Muslim telah menghasilkan 689 miliar baht untuk negara tersebut. Lima grup teratas pelancong berasal dari Malaysia (2.581.251), China (2.027.823), Korea Selatan (982.328), India (947.431), dan Rusia (884.839).

Dari 7-13 Agustus, Thailand menyambut 577.136 turis asing. Jumlah turis Jepang dan India masing-masing meningkat 84,36 persen dan 22,54 persen dari minggu lalu. Untuk minggu ini, kementerian memperkirakan negara akan menyambut sekitar 570 ribu wisatawan internasional dengan mayoritas dari Asia Timur, Asia Selatan, serta Asia Tenggara.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement