Selasa 08 Aug 2023 17:02 WIB

Rentenan Kekerasan yang Menargetkan Muslim India, Kepentingan Pemilu?

Kekerasan terhadap Muslim di India memicu ketakutan publik

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Sisa kerusuhan Muslim Hindu di Sohna  Nuh Haryana India (ilustrasi). Kekerasan terhadap Muslim di India memicu ketakutan publik
Foto: AP Photo/Altaf Qadri
Sisa kerusuhan Muslim Hindu di Sohna Nuh Haryana India (ilustrasi). Kekerasan terhadap Muslim di India memicu ketakutan publik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Seorang imam ditikam dan ditembak mati di masjid yang kemudian dibakar habis.  Seorang dokter muda dalam perjalanan pulang diserang oleh gerombolan orang bersenjata. Seorang petugas kereta api, menaiki kereta api, berkeliaran di gerbong untuk mencari sasarannya dan menembak mati tiga orang.  

Dilansir dari The Guardian, Senin (7/8/2023), insiden-insiden yang semuanya terjadi di India pekan ini tersebut tampaknya tidak berhubungan, namun para korban dipersatukan oleh faktor yang sama, yakni semua korban adalah Muslim. 

Baca Juga

Sejak partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) berkuasa pada 2014, yang dipimpin oleh perdana menteri, Narendra Modi, insiden kekerasan sektarian yang menargetkan minoritas Muslim, yang merupakan sekitar 14 persen dari populasi, semakin sering terjadi. 

Kelompok-kelompok sayap kanan Hindu yang main hakim sendiri, yang semakin berani di bawah rezim Modi, telah melakukan penganiayaan dan hukuman mati tanpa pengadilan terhadap Muslim. 

 

Tidak hanya itu, semakin banyak pula aksi unjuk rasa dan pawai yang menampilkan ujaran kebencian anti-Muslim dan seruan genosida untuk melakukan kekerasan. 

Di negara-negara bagian yang dikuasai BJP, umat Islam digambarkan sebagai "penyusup", menghadapi kebijakan diskriminatif dan rumah mereka digusur. 

Baca juga: Ketika Berada di Bumi, Apakah Hawa Sudah Berhijab? Ini Penjelasan Pakar

Namun, saat India menuju Pemilu 2024 dengan Modi diperkirakan akan memenangkan masa jabatan ketiga, banyak yang khawatir gejolak kekerasan seperti itu akan terus memburuk.  

“Sejak pemerintah ini berkuasa untuk kedua kalinya pada tahun 2019, kekerasan semacam ini telah meningkat secara nyata,” kata seorang peneliti di Pusat Studi Kesetaraan di Delhi, Neera Chandhoke.  

“Saya takut dengan apa yang terjadi pada masyarakat kita. Kekhawatiran saya adalah semakin dekat dengan pemilihan, akan ada lebih banyak insiden ini, akan lebih banyak tumpukan kayu bakar dan tempat pemakaman," jelas dia. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement