Senin 24 Jul 2023 04:57 WIB

MUI Milad ke-48, Sekjen: Teguhkan Khidmat untuk Umat dan Bangsa

MUI harus terus mencerahkan bangsa Indonesia.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Suasana kantor Majelis Ulama Indonesia.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Suasana kantor Majelis Ulama Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan memasuki usia ke-48 tahun pada 26 Juli nanti. Sepanjang usia ini, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan menyebut organisasi ini terus berkhidmat melakukan kerja nyata.

"Pertama, memperkuat jati diri MUI sebagai pelindung umat (himayatul ummat) dan pelayan umat (khodumul ummat), sehingga terwujud penguatan umat (taqwiyatul ummah)," ujar dia dalam pesan teks yang diterima Republika.co.id, Senin (24/7/2023).

Baca Juga

Perlindungan umat dari paham dan keyakinan yang menyimpang atau sesat ini dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah meluruskan pemahaman terkait teks dan konteks ayat Alquran.

Hal ini tertuang dari QS Al Anbiya ayat 35 yang menyebut, "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan."

Kekeliruan alasan berbuat buruk karena memahami teks ayat ini. Akan tetapi tidak memahami konteksnya ketika manusia di uji dengan kebaikan dan keburukan, mestinya memperkuat kesabaran dengan keimanan sehingga tetap taat kepada Allah SWT.

Kerena itu, Buya Amirsyah mengimbau agar Muslim terus memperkuat keimanan untuk meraih hidayah Allah. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam surah Hud Ayat 118, "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat."

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan Allah SWTA memberi kabar, bahwasanya Allah mampu untuk menjadikan manusia semuanya menjadi satu umat, baik dalam keimanan.

Upaya kedua yang dilakukan MUI adalah mengimbau umat agar mengendalikan hawa nafsu dan menghindari prasangka, serta tidak mengikuti jalan yang sesat.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement