Jumat 23 Jun 2023 15:08 WIB

Untuk Pertama Kali, Kemenag Tunjuk Perempuan Jadi Anggota Amirul Hajj 2023

Amirul Hajj sendiri adalah pemimpin misi haji Indonesia di Arab Saudi.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah haji sedang tawaf di dekat Kabah
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Jamaah haji sedang tawaf di dekat Kabah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya, Kementerian Agama menunjuk perempuan menjadi anggota Amirul Hajj 2023. Tiga sosok perempuan ini antara lain Alissa Wahid, Badriyah Fayumi, dan Indah Pertiwi Nataprawira.

Amirul Hajj sendiri adalah pemimpin misi haji Indonesia di Arab Saudi. Mereka bertugas melakukan koordinasi dengan pihak terkait selama penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci.

Baca Juga

Dilansir dari web resmi Kemenag, pada Jumat (23/6/2023), kebijakan memasukkan perempuan menjadi anggota Amirul Hajj dilakukan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Salah satu anggota Amirul Hajj, Alissa Wahid mengaku tak menyangka pada penyelenggaraan haji tahun ini ada amirul hajj perempuan, meski Jamaah haji Indonesia 52 persennya adalah perempuan.

“Itu lebih banyak Pak Menteri. Kalau tahun lalu saya ke lapangan terus. Saya juga tak membayangkan akan ada Amirul Haj perempuan,” kata Alissa Wahid.

 

Putri Presiden RI ketiga ini menceritakan pada tahun lalu dirinya masuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan ibadah haji, dengan tugas utama memperhatikan jamaah haji perempuan. Tahun lalu rekomendasinya adalah menambah jumlah pembimbing ibadah yang perempuan, termasuk menambah fasilitas untuk jamaah haji perempuan.

Fasilitas yang dimaksud ini antara lain seperti toilet yang pada tahun lalu sebagian besar untuk laki-laki, sehingga banyak jamaah haji perempuan yang akhirnya menggunakan toilet laki-laki. Sehingga pada evaluasi itu, ia mendorong agar di tahun ini, fasilitas tersebut lebih ditingkatkan untuk jamaah haji perempuan.

Kemenag kemudian memperjuangkan penambahan fasilitas ini dan Pemerintah Arab Saudi melalui muasasah haji menyepakati bahwa fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) untuk perempuan ditambah di Arafah dan Mina.

Menurutnya, sangat penting bagaimana agar jamaah haji perempuan yang jumlahnya lebih banyak dari laki-laki mendapatkan fasilitasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. “Tugas anggota Amirul haj perempuan ya memastikan ini,” katanya.

Terkait petugas bimbingan ibadah yang perempuan, tahun lalu jumlahnya hanya 10 persen, sekarang sudah meningkat hampir 50 persen. “Kalau dulu hanya 10 persen, sekarang sudah ditambah,” kata Allisa.

Terkait banyaknya jamaah haji perempuan yang tak ada mahramnya, menurut Alisa sudah diwakili oleh negara untuk mengelolanya. Hal itu diwujudkan dengan langkah Menag menambah anggota perempuan sebagai Amirul Haj.

“Tugas kami nanti, harus melakukan kunjungan dan melakukan supervisi berbagai fasilitas untuk perempuan, misalnya untuk Klinik Kesehatan, bimbingan ibadahnya dan lain-lain. Jadi tugas spesifiknya bertemu dengan jamaah haji perempuan dan penyedia layanan dari pemerintah kemudian memastikan bahwa itu memang bisa terpenuhi,” katanya.

Setelah pelaksanaan haji, sambung Allisa, akan ada rapat evaluasi untuk membuat rekomendasi terkait apa yang perlu ditingkatkan. Terkait penyediaan pembalut dan kain ihram untuk kaum perempuan, bisa menjadi usulan untuk disediakan dan ditingkatkan di tahun depan.

Misalnya tahun lalu rekomendasinya untuk toilet sangat kencang, sehingga tahun ini mendapatkan 50 persen ekstra toilet untuk yang perempuan. “Itu permintaan 100 persen. Menag minta 100 persen atau dua kali lipat dari yang ada. Tapi dapatnya 50 persen, tapi itu Alhamdulillah sudah terpenuhi,” katanya.

Pada pelaksanaan haji 2023 ini ada 12 anggota Amirul Haj, tiga diantaranya adalah perempuan. Menurut Menag RI Yaqut Cholil Qoumas, delegasi amirul hajj ada keterwakilan perempuan ini bagian dari apresiasi dan afirmasi untuk kaum perempuan, karena jamaah haji banyak yang perempuan.

"Ini momentum menjadikan para ibu bisa menjadi Amirul Hajj," kata Menag Yaqut.

Menag Yaqut minta keterwakilan kaum Ibu menjadi Amirul Hajj ini menjadi tradisi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, kata pria yang akrab disapa Gus Men ini, jamaah haji perempuan dari tahun ke tahun semakin banyak.

"Saya harap, seluruh delegasi Amirul Hajj bisa saling bekerja sama dalam bertugas untuk mengawasi pelaksanaan haji ini. Semoga semua tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan secara maksimal," tandas Gus Men.

 Rombongan Wamenag dan anggota Amirul Haj ini tiba melalui gate D Bandara King Abdul Azis International Airport (KAAIA) Jeddah Arab Saudi Rabu 21 Juni 2023 pukul 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Rombongan diterima kedatangannya oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Haryanto dan seluruh jajarannya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Wisma di Jeddah.

Daftar Amirul Hajj Tahun 2023

Ketua: Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas

Wakil Ketua: Habib Hilal Al Aidit (PBNU).

Sekretaris: Saad Ibrahim (PP Muhammadiyah).

Anggota Amirul Haj:

1. Habib Ali Hasan Bahar (UIN Jakarta),

2. Fadlul Imansyah (BPKH),

3. Alissa Wahid (BKM),

4. Noor Achmad (MUI),

5 Badriyah Fayumi (KUPI),

6. Indah Pertiwi Nataprawira (PP KB PII),

7. Sundoyo (Kementerian Kesehatan),

8. Machendra Setyo Atmaja (PMK),

9. Juri Ardiyantoro (KSP),

10. Novie Rianto Rahardjo (Kementerian Perhubungan).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement