Selasa 06 Jun 2023 12:29 WIB

Peran Klinik RBC Sinergi Foundation Dalam Pencegahan Stunting

Eksistensi ibu menjadi faktor kunci dalam pencegahan stunting.

Pencegahan Stunting
Foto: Istimewa
Pencegahan Stunting

REPUBLIKA.CO.ID, oleh : dr. Sari Rakhmani Purwandaru (Dokter Umum Klinik RBC Sinergi Foundation, Konselor Menyusui, Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen-MMRS  FEB UNISBA).

 

Salah satu indikator program kesehatan masyarakat dalam RPJMN dan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 adalah penurunan stunting. Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi tantangan  besar  di  Indonesia.

Stunting merupakan  salah satu  target  Sustainable  Development  Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan     berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada  tahun  2030  serta  mencapai ketahanan   pangan. Target   yang   ditetapkan adalah   menurunkan   angka stunting hingga 40 persen pada  tahun  2025.

 

Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis dikarenakan asupan gizi kurang  dalam waktu cukup  lama  akibat  pemberian  makanan  yang  tidak  sesuai  dengan  kebutuhan  gizi, ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan di bawah standar.  Kekurangan  gizi meningkatkan angka kematian bayi dan anak.

Prevalensi stunting di Indonesia menurut hasil survei SSGI tahun 2022 adalah 21,6 persen (Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI). Menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis  bila  prevalensi stunting lebih  dari  20  persen. Artinya,  secara  nasional  masalah stunting di  Indonesia  masih perlu diperbaiki.

Faktor  penyebab stunting tidak  berlangsung  begitu  saja  tiba-tiba, melainkan stunting ini merupakan kondisi dari masalah kurang gizi yang terjadi pada masa lampau. Salah satu faktor penyebab langsung pada kejadian stunting yaitu  Berat  Badan  Lahir Rendah (BBLR). 

BBLR  merupakan  berat  badan  bayi saat  lahir  yang  ditimbang  kurang  dari  2500 gram,   tanpa   memandang   usia   kehamilan maupun  masa  gestasi (Kemenkes  RI,  2020). Menurut Sari dan Harianis (2022) berat badan lahir berpengaruh terhadap pertumbuhan  dan  perkembangan  anak  dimasa  depannya. 

Berat  badan  lahir  rendah  erat  kaitannya  dengan  kurang  gizi  selama kehamilan. Faktor lain penyebab stunting berhubungan dengan pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, yang berkaitan dengan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi, pemberian ASI eksklusif dan  pola asuh orang tua.

Menurut Saleh (2021) berbagai peran ibu menjadi faktor kunci dalam pencegahan stunting. Ibu adalah satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi dalam kandungan sampai enam bulan pertama kehidupan ketika masa mendapat ASI  eksklusif.

Ibu memainkan peran penting dalam membentuk asupan makanan anak melalui asupan makanan dan makanan yang mereka sediakan untuk anak. Selain itu, ibu juga merupakan penanggung jawab utama dalam perencanaan makan dan penyiapan makanan, sehingga terbukti peran ibu sangat vital dalam pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting. Maka pencegahan stunting harus dimulai dari intervensi pada ibunya.

Klinik Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation adalah  klinik pratama dengan rawat inap yang diperuntukan bagi dhuafa. Klinik berdiri sejak tahun 2004, semula beroperasi di rumah sewa di Jl Holis No 127 Bandung, kemudian di tahun 2007 berpindah menempati tanah wakaf di Jl Holis No 448A Bandung. Pada tahun 2011 Klinik RBC Sinergi Foundation membuat klinik satelit di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

photo
Klinik RBC - (Dok RBC)

Dana operasional Klinik RBC Sinergi Foundation berasal dari dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan donasi sehingga untuk memastikan pasien yang dilayani di Klinik RBC Sinergi Foundation merupakan orang yang berhak menerima zakat dilakukan wawancara, survey dan verifikasi terlebih dahulu.

Bila sudah diverifikasi dan dinilai berhak menerima dana zakat maka pendaftar dinyatakan sebagai member dan berhak menerima layanan gratis di Klinik RBC Sinergi Foundation sampai anaknya berusia 2 tahun.  Sampai akhir April  2023 Klinik RBC Sinergi Foundation telah melayani 13.548 member.

Layanan kesehatan yang diberikan di Klinik RBC Sinergi Foundation  berupa pemeriksaan kehamilan, senam hamil, persalinan, pemeriksaan pasca melahirkan, KB, imunisasi, pemeriksaan tumbuh kembang, pijat bayi dan pemeriksaan kesehatan keluarga member.

Klinik RBC Sinergi Foundation  juga memberikan layanan kesehatan di luar klinik yang dinamakan RBC Sapa Warga dimana dilakukan  pemeriksaan kehamilan dengan mengunjungi desa atau kelurahan tertentu. Klinik RBC Sinergi Foundation juga sering terlibat dalam aksi kesehatan, dan seminar kesehatan.

Pasien Klinik RBC adalah golongan masyarakat ekonomi rendah, dengan pendidikan rata-rata lulusan SD dan SMP yang sangat rentan mengalami stunting. Klinik RBC sebagai klinik gratis yang diperuntukan untuk dhuafa berkomitmen turut mendukung penurunan stunting dengan menjalankan program pencegahan stunting sebagai salah satu indikator prioritas mutu klinik.

Salah satu fokus pencegahan stunting yang dilakukan Klinik RBC adalah pencegahan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan melakukan intervensi pada Ibu dengan kehamilan pertumbuhan janin terhambat (PJT) atau disebut juga Intrauterine Growth Restriction (IUGR).

Pertumbuhan janin terhambat (PJT) atau IUGR didefinisikan sebagai kegagalan janin untuk mencapai potensi pertumbuhan yang ditentukan secara genetik (Li dkk, 2022). IUGR juga terkait dengan peningkatan kematian janin dalam kandungan, dan peningkatan angka kematian dan angka kesakitan neonatus (bayi di bawah usia 1 bulan).

Diagnosis IUGR didasarkan pada kecurigaan klinis (riwayat dan pemeriksaan) yang dikonfirmasi dengan diagnosis ultrasonografi (Maged dkk, 2018). Di Klinik RBC pertumbuhan janin terhambat terkait faktor nutrisi ibu, berkaitan dengan status ekonomi yang rendah. 

Langkah yang dilakukan Klinik RBC Sinergi Foundation untuk pencegahan stunting yaitu:

1. Ante Natal Care/ANC (pemeriksaan kehamilan) sesuai standar kualitas untuk deteksi dini kehamilan dengan pertumbuhan janin terhambat dan screening penyulit lainnya. ANC sesuai standar kualitas yaitu yang memenuhi 10 T, yaitu:

 

    1. Penimbangan berat badan badan 
    2. Pengukuran tinggi badan 
    3. Pengukuran tekanan darah 
    4. Penilaian status gizi melalui pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) 
    5. Pengukuran tinggi fundus uteri, penentuan presentasi janin dan denyut jantung janin 
    6. Skrining status imunisasi TT dan pemberian imunisasi TT sesuai status imunisasi ibu. 
    7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan) 
    8. Pemeriksaan test lab sederhana (Golongan Darah, Hb, Glukoprotein Urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg, Sifilis, HIV) dengan bekerjasama dengan puskesmas.
    9. Tata laksana kasus 
    10. Temu wicara/konseling.

2. Pada Kehamilan yang terdiagnosis dengan pertumbuhan janin terhambat dilakukan perawatan konservatif dengan rawat inap selama 1 hari. Selama rawat inap  dilakukan pematangan paru janin dan pemberian makanan tinggi kalori dan tinggi protein  berupa makanan gizi seimbang ditambah telur omega 3 . Kemudian  dilanjutkan   pemberian makanan tambahan  (PMT) berupa beras dan telur omega 3 yang dibekali pulang. Tatalaksana ini termasuk unik, tindakan ini dipilih karena jika makanan mengandalkan dari pasien sendiri, pasien seringkali sulit memenuhi gizi bersumber protein hewani. Tatalaksana yang dilakukan Klinik RBC ini dinilai cukup efektif, berdasarkan data Klinik RBC tahun 2022, dari 133 orang Ibu dengan kehamilan IUGR yang  dilakukan intervensi, 93 orang (70 persen) dapat dicegah melahirkan bayi  dengan kondisi berat badan lahir rendah.

photo
Klinik RBC - (Dok.PMT)

3. Edukasi gizi seimbang pada ibu hamil dan menyusui. Edukasi ini diberikan saat pemeriksaan kehamilan, saat senam hamil, juga diingatkan kembali pada pemeriksaan nifas.

4. Mendukung ibu memberikan ASI eksklusif. Dukungan diberikan dengan memberikan edukasi mengenai ASI saat kehamilan dan setelah melahirkan, mendukung Ibu melakukan  Inisiasi Menyusui Dini (IMD), mengajarkan dan mendampingi ibu menyusui, dan membantu ibu yang mengalami masalah menyusui yang didukung juga adanya konselor menyusui. 

5. Pemantauan tumbuh kembang bayi untuk deteksi dini ganggguan pertumbuhan dan perkembangan. 

6. Edukasi pemberian MPASI.

 

Itulah peran serta  yang dilakukan Klinik RBC Sinergi Foundation dalam pencegahan stunting. Peran ini tentu tidak dapat terlaksana tanpa dukungan masyarakat. Mari kita bersama pupuk amal kebaikan dengan berbagi untuk ibu hamil dhuafa.

Salurkan kebaikan Anda untuk turut serta mencegah stunting. Mari titipkan zakat atau infak ke Klinik RBC Sinergi Foundation. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Admin RBC 082214430900.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement