Selasa 18 Apr 2023 05:21 WIB

GP Ansor Nilai Kapolri Bawa Polri Jadi Lembaga Penegak Hukum yang Humanis

Kapolri dinilai menghadapi permasalahan eksternal dan internal dengan baik.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) meninjau pasukan saat Apel Operasi Ketupat 2023 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (17/4/2023). Operasi Ketupat 2023 yang dimulai pada 17 April 2023 hingga 1 Mei 2023 tersebut melibatkan 148.261 personel gabungan dan 2.694 posko mudik disiapkan di seluruh wilayah Indonesia.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) meninjau pasukan saat Apel Operasi Ketupat 2023 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (17/4/2023). Operasi Ketupat 2023 yang dimulai pada 17 April 2023 hingga 1 Mei 2023 tersebut melibatkan 148.261 personel gabungan dan 2.694 posko mudik disiapkan di seluruh wilayah Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor melihat sejumlah capaian telah berhasil diraih Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama menjabat sebagai Kapolri. Di antaranya, melalui berbagai transformasi yang dilakukan di tengah permasalahan internal maupun eksternal yang dihadapi Polri.  

"GP Ansor melihat selama dua tahun kepemimpinannya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menorehkan banyak prestasi, baik yang sifatnya internal di kepolisian maupun eksternal dalam rangka terciptanya penegakan hukum (law enforcement) di Indonesia," kata Wakil Sekjen PP GP Ansor, H. Wibowo Prasetyo dalam keterangannya, Senin (17/4/2023).

Baca Juga

Menurutnya, Kapolri telah bisa membawa Polri menjadi lembaga penegak hukum yang tetap mencerminkan sisi humanis di tengah masyarakat. Dengan berbagai ujian yang tak ringan tetap mampu menjaga marwah kepolisian.

Pertama, kata Wibowo, keberhasilan Kapolri Jenderal Listyo dapat diukur dari upaya menciptakan transparansi dan transformasi pelayanan publik di instansi kepolisian. 

"Ini antara lain diwujudkan dengan kemudahan, kecepatan dan keterbukaan dalam pengurusan STNK, SKCK dsb yang serba didukung teknologi digital sehingga menghilangkan praktik calo atau permainan orang dalam," katanya.

"Banyak melakukan terobosan kebijakan/regulasi yang memudahkan publik. Ini ditunjukkan seperti kebijakan membolehkan tes SIM sebanyak dua kali dan pelatihan bagi calon pendaftar SIM," tambahnya.

Perubahan setiap capaian Kapolri, dianggapnya telah berhasil membuat pelayanan Polri semakin dekat dengan masyarakat dan bersikap tegas dalam membasmi praktik KKN. Hal itu menjadi gambaran capain Kapolri dalam membenahi proses seleksi pendidikan jenjang karir di internal kepolisian seperti PTIK, Secapa dan lain sebagainya. 

Seperti sanksi tegas terhadap lima anggota yang terbukti 'bermain dalam proses rekrutmen anggota Bintara Polri di Jawa Tengah 2022'. Dinilai telah memberikan aspek keadilan bagi para peserta didik dan telah menghilangkan pandangan like and dislike.

"Sanksi pecat oleh Kapolri pada kasus ini tercatat yang paling besar. Namun sanksi ini memberikan efek jera yang kuat," ujarnya.

Selain itu keputusan tegas yang tak kenal pandang bulu juga diperlihatkan dalam kasus kasus kejahatan yang melibatkan anggota/pimpinan kepolisian seperti Sambo, Teddy Minahasa telah mampu menjaga marwah kepolisian. 

"Mampu memperkuat profesionalitas Polri. Secara bertahap, Kapolri membenahi beberapa kebijakan yang dinilai kerap disalahgunakan oleh anggota," tuturnya.

Capain itu juga, lanjut Wibowo dirasakan masyarakat dengan menciptakan rasa aman di masyarakat. Di periode Jenderal Sigit, potensi aksi terorisme mampu dideteksi atau diredam lebih dini. Kasus- kasus kejahatan juga kerap diungkap sangat cepat. 

"Bahkan di saat Covid-19, kepolisian juga secara aktif terlibat dalam berbagai program pengendalian pandemi seperti vaksinasi massal. Ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat tajam," tuturnya.

Di samping itu, Wibowo memandang sinergi dengan aparat penegak hukum lain seperti TNI, kejaksaan, hakim, KPK dsb maupun kementerian atau lembaga pemerintah.

"Memiliki komunikasi yang hangat dengan masyarakat. Kehangatan ini ditunjukkan dengan kolaborasi positif dan intensif antara kepolisian dengan sejumlah ormas, organisasi pemuda, dan berbagai tokoh masyarakat," ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement