Kamis 30 Mar 2023 15:15 WIB

Ketum Persis: Sikapi Piala Dunia U-20 dengan Wajar dan Objektif

FIFA batalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
 Ketum Persis: Sikapi Piala Dunia U-20 dengan Objektif. Foto:  Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin memberikan sambutan pada pelantikan tasykil Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) di Jalan Suniaraja, Sumur Bandung, Kota Bandung, Senin (10/10/2022). Ketua Umum PP Persis secara resmi melantik tasykil (pengurus) masa jihad 2022-2027 yang terdiri dari pengurus inti, pengurus badan serta lembaga yang berada di pusat. Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Ketum Persis: Sikapi Piala Dunia U-20 dengan Objektif. Foto: Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin memberikan sambutan pada pelantikan tasykil Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) di Jalan Suniaraja, Sumur Bandung, Kota Bandung, Senin (10/10/2022). Ketua Umum PP Persis secara resmi melantik tasykil (pengurus) masa jihad 2022-2027 yang terdiri dari pengurus inti, pengurus badan serta lembaga yang berada di pusat. Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis) KH Dr Jeje Zaenudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dengan sikap yang wajar dan objektif.

"Bersyukur bahwa penolakan berbagai pihak membuat FIFA mempertimbangkan. Tetapi juga perlu dipahami bahwa bisa jadi pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah pertandingan U-20, tidak semata karena penolakan kepada tim Israel, melainkan ada pertimbangan lain," kata dia kepada Republika, Kamis (30/3/2023).

Baca Juga

Selain itu, menurutnya, juga perlu dipahami bahwa penolakan berbagai elemen masyarakat terhadap timnas Israel bukan atas dasar sentimen dan kebencian kepada ras atau etnis, suku, agama, dan negara tertentu.

"Tetapi lebih didasarkan kepada kesadaran dan pemahaman atas amanat konstitusi yang mengharuskan dukungan dan simpati kepada bangsa Palestina yang terjajah dan perlawanan serta penolakan terhadap bangsa yang menjajah, yaitu Israel," tuturnya.

 

Kiai Jeje menambahkan, meski kegagalan datangnya timnas Israel ke Indonesia tentu tidak otomatis dan langsung dirasakan manfaatnya secara materil oleh bangsa Palestina. Tetapi paling tidak memberi pesan moral yang kuat bagi dunia bahwa rakyat Indonesia tetap konsisten mengedepankan prinsip penolakan atas penjajahan Israel daripada menarik keuntungan materil untuk negeri sendiri dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dia juga menekankan, kegagalan perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia memberi pelajaran bahwa aspirasi moral yang kuat dari masyarakat pada akhirnya akan jadi pertimbangan kebijakan nasional maupun internasional.

"Semoga saja ini mencerminkan bahwa bangsa kita masih mengedepankan komitmen terhadap amanat konstitusinya dan integritas moral daripada tekanan kepentingan politik pragmatis dan keuntungan materil," ujarnya.

Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia, berdasarkan keputusan yang dikeluarkan FIFA. Pemerintah telah melakukan upaya maksimal agar tetap digelar di Indonesia. Ketua Umum PSSI yang juga Menteri BUMN Erick Thohir sampai menemui Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar pada Rabu (29/3/2023). Pada akhirnya, Indonesia harus tunduk pada kewenangan dan keputusan FIFA membatalkan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement