Rabu 08 Mar 2023 18:13 WIB

Pemerintah akan Kenalkan IKN ke ASN Calon Penghuni Ibu Kota Baru

Pada tahap pertama akan ada sekitar 16.990 ASN dan Hankam yang pindah ke IKN.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah
 Foto yang diambil dengan drone menunjukkan lokasi pembangunan ibu kota negara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur,  Rabu (8/3/2023). Pemerintah telah mulai membangun Nusantara sebagai ibu kota baru di atas lahan seluas 56.180 hektar di Kalimantan Timur provinsi di tengah kekhawatiran atas dampak pembangunan kota terhadap lingkungan dan masyarakat adat. Menurut Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono, ibu kota baru diharapkan menggantikan Jakarta pada semester pertama 2024.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Foto yang diambil dengan drone menunjukkan lokasi pembangunan ibu kota negara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (8/3/2023). Pemerintah telah mulai membangun Nusantara sebagai ibu kota baru di atas lahan seluas 56.180 hektar di Kalimantan Timur provinsi di tengah kekhawatiran atas dampak pembangunan kota terhadap lingkungan dan masyarakat adat. Menurut Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono, ibu kota baru diharapkan menggantikan Jakarta pada semester pertama 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Dhony Rahajoe mengatakan, pemerintah akan memberikan pengenalan kepara para calon penghuni Ibu Kota Negara baru terkait perkembangan rumah yang tengah dibangun di IKN. Ia menyebut, pada tahap pertama akan ada sekitar 16.990 ASN dan Hankam (pertahanan dan keamanan) yang akan dipindah ke IKN.

“Nanti mungkin ya weekdays para calon penghuni yang ASN Hankam yang mau pindah ada tahap satu, kita akan pindah sekitar 16.990 kita harus mulai ajak bergelombang-gelombang melihat bagaimana perkembangan rencana rumah barunya para ASN Hankam itu, sekaligus kita mengubah pola pikir, edukasi tahap awal,” jelas Dhony usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/3).

Baca Juga

Selain itu, menurutnya, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai program lain untuk memberikan edukasi kepada para calon penghuni di IKN. “Nanti akan diikuti dengan berbagai program lainnya. Harus itu pengenalan harus ada,” tambah Dhony.

Lebih lanjut, Dhony menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan pembangunan rumah untuk para ASN di IKN. Di tahap awal, pemerintah memprioritaskan sebanyak 50 persen ASN lajang yang akan terlebih dahulu dipindahkan ke IKN.

Nantinya, mereka akan mendapatkan fasilitas rumah dinas jabatan yang bisa digunakan secara bersama. “Kemungkinan kan yang datang kan misalnya kalau keluarga itu mikir sekolah anaknya mindahin sekolah kan semester berikutnya atau apa. Kita perhitungkan 50 persen yang single dulu yang pindah dan itu akan sharing. Jadi kita hitungnya satu unit itu tipe 98 yang paling kecil, itu tiga kamar itu bisa sharing,” jelas Dhony.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement