Selasa 07 Mar 2023 19:41 WIB

Kang Abik Apresiasi Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Nusantara

tradisi malam Nisfu Syaban boleh dilakukan selama tidak melanggar syariat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Umat muslim membaca surah Yasin di malam nisfu Syaban 15 Syaban. Kang Abik Apresiasi Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Nusantara
Foto:

“Misalnya, kata Imam Nawawi bahwa kalau shalat itu dinamai dengan shalat Nisfu Syaban yang zaman dulu ada yang sampai 100 rakaat, itu menurut Imam Nawawi sendir, itu nggak benar,” jelas Kang Abik.

“Jadi kalau pun shalat, istilahnya ya cukup shalat sunnah muthlak saja,” imbuhnya.

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam di Indonesia juga banyak yang membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan disertai doa. Menurut Kang Abik, pembacaan surat Yasin seperti itu tidak menjadi masalah. Karena, kata dia, membaca surat Yasin atau Alquran di setiap malam pun juga dinilai baik dan berpahala.

Selain membaca Yasin tiga kali, pada momenum Nisfu Syaban di beberapa daerah juga terdapat beberapa tradisi unik. Seperti di daerah Jakarta, masyarakat Betawi memiliki tradisi ruwah di malam Nisfu Syaban.

Dalam tradisi ini, biasanya masyarakat akan mengajak sanak saudara, tetangga dan ustaz berkumpul di salah satu rumah. Kemudian, mereka mendoakan sanak saudara dan kerabat yang telah meninggal dunia agar diampuni segala dosanya semasa hidup dan dimasukkan surga.

Menurut Kang Abik, tradisi kumpul-kumpul seperti itu juga bagus. Apalagi, di era teknologi sekarang ini orang-orang mulai jarang untuk silaturrahim. Karena, menurut dia, sekarang ini orang-orang sudah bisa melakukan komunikasi jarka jauh lewat media sosial.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement