Jumat 24 Feb 2023 17:41 WIB

Ridwana, CEO Muslimah Pertama di Badan Amal Internasional

Ridwana bukanlah wanita Muslim pertama yang memimpin kelompok Muslim di Inggris.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Ridwana Wallace-Laher mencetak sejarah sebagai wanita Muslim pertama yang ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru dari sebuah badan amal Muslim internasional, Penny Appeal.
Foto: About Islam
Ridwana Wallace-Laher mencetak sejarah sebagai wanita Muslim pertama yang ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru dari sebuah badan amal Muslim internasional, Penny Appeal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ridwana Wallace-Laher mencetak sejarah sebagai wanita Muslim pertama yang ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru dari sebuah badan amal Muslim internasional.

Ridwana yang merupakan mantan guru di Yorkshire (Bradford) Co-op Academy Grange akan memimpin badan amal Penny Appeal. “Saya sangat senang, ini adalah saat-saat yang menyenangkan dan saya merasa seperti seorang pionir,” ujarnya kepada The Telegraph & Argu, dikutip dari About Islam, Jumat (24/2/2023).

Baca Juga

Bradford terkadang memiliki konotasi negatif, dan orang-orang di kota itu berpikir mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan terbaik. Namun, Ridwana menunjukkan gadis lokal dari kota itu dan seklaigus seorang Muslim berjilbab masih bisa berprestasi.

“Saya adalah representasi dari komunitas tempat saya dibesarkan. Melalui kerja keras dan dedikasi, kami para wanita bisa mendapatkan peran teratas itu,” ucapnya.

Didirikan pada 2009, Penny Appeal telah memberikan bantuan kemiskinan di seluruh Asia, Timur Tengah, dan Afrika dengan menawarkan solusi air, mengatur pemberian makan massal. Organisasi itu mendukung perawatan anak yatim dan menyediakan makanan darurat dan bantuan medis.

Sejak saat itu, Penny Appeal telah mengubah kehidupan dan memberdayakan masyarakat di seluruh dunia, membantu memutus lingkaran kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Meskipun badan amal Muslim lain yang lebih kecil pernah memiliki CEO perempuan di masa lalu, Penny Appeal mengklaim sebagai badan amal internasional pertama yang mengangkat seorang perempuan untuk posisi ini.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari unit inti yang telah memimpin perubahan positif yang telah dilakukan Penny Appeal di sektor amal yang dipimpin agama secara global,” kata Ridwana.

“Komitmen saya terhadap tata kelola yang lebih baik, kolaborasi, inovasi, dan peningkatan berkelanjutan, digabungkan dengan latar belakang saya sebagai profesional pengajar senior, membuat saya yakin bahwa saya dapat mendorong kesuksesan Penny Appeal lebih jauh lagi di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Chairman of Trustees Penny Appeal Mohammed Jahangir mengaku senang menyambut Ridwana sebagai CEO baru Penny Appeal. Menurut dia, Ridwana menonjol dibandingkan semua kandidat lainnya melalui proses seleksi yang sulit. Jahangir bangga memiliki Ridwana di lembaganya.

“Dia adalah wanita Muslim pertama yang memegang posisi CEO di sebuah badan amal internasional besar, dan semoga dia menjadi yang pertama dari banyak lainnya,” ujar Jahangir.

Ridwana bukanlah wanita Muslim pertama yang memimpin kelompok Muslim di Inggris. Zara Mohammed juga telah membuat sejarah pada 2021 sebagai wanita pertama yang menjadi sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris. Kemudian pada Agustus 2021, Zara juga masuk dalam daftar 25 wanita paling berpengaruh 2021 oleh Vogue Inggris karena meletakkan fondasi untuk masa depan yang lebih setara.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement