Rabu 08 Feb 2023 07:58 WIB

Aljazair akan Distribusikan Alquran Braille ke Prancis

Alquran braille akan diterbitkan di Aljazair dalam waktu dekat.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Penyandang disabilitas netra membaca Alquran braile di masjid Al Hidayah komplek Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra (PPSDN) Penganthi Temanggung, Jawa Tengah, Senin (19/4/2021). Penyandang disabilitas netra di tempat tersebut selama bulan suci Ramadhan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah, tadarus Alquran Braile, shalat tarawih, dan berlatih musik rebana.
Foto: ANIS EFIZUDIN/ANTARA
Penyandang disabilitas netra membaca Alquran braile di masjid Al Hidayah komplek Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra (PPSDN) Penganthi Temanggung, Jawa Tengah, Senin (19/4/2021). Penyandang disabilitas netra di tempat tersebut selama bulan suci Ramadhan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah, tadarus Alquran Braile, shalat tarawih, dan berlatih musik rebana.

REPUBLIKA.CO.ID,  ALJIR -- Pemerintah Aljazair berencana untuk mendistribusikan salinan gratis Alquran dalam huruf braille bagi para penyandang tunanetra di Prancis. Seperti dilansir Iqna.ir pada Rabu (8/2/2023) Alquran braille akan dibagikan melalui Masjid Agung Paris, yang pejabatnya memiliki hubungan kuat dengan otoritas Prancis.

Distribusi Alquran braille ke Prancis ini bertujuan untuk membantu tunanetra Prancis untuk memiliki akses kepada Kitab Suci Alquran. Pembagian Alquran braille itu juga merupakan bagian dari upaya untuk mendukung Muslim di Eropa, terutama mengingat gerakan Islamofobia baru-baru ini oleh beberapa aktivis sayap kanan di sejumlah negara Eropa.

Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune baru-baru ini menyuarakan kesediaan negaranya untuk membantu upaya memerangi Islamofobia dan gerakan anti-Islam di dunia tak terkecuali di Prancis.

Pada Juni 2022 lalu menteri urusan agama Aljazair, Youssef Belmahdi, mengatakan versi baru Alquran braille akan diterbitkan di negara itu dalam waktu dekat. Youssef Belmahdi mengatakan salinan itu akan menjadi yang pertama di dunia Arab dan Muslim. Dia mencatat bahwa salinan itu mencakup ayat-ayat Alquran dalam huruf biasa dan juga huruf braille.

Braille adalah sistem penulisan yang memungkinkan penyandang tunanetra dan tunanetra untuk membaca dan menulis melalui sentuhan. Itu ditemukan oleh Louis Braille (1809-1852), yang buta dan menjadi guru orang buta.

Dalam beberapa tahun terakhir, Alquran dan buku-buku agama telah dicetak dalam huruf Braille untuk membantu Muslim tunanetra membaca teks dengan mudah. 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement