Selasa 17 Jan 2023 13:08 WIB

Sandal di Masjid Hingga Kue, Pencurian di Turkmenistan Marak di Tengah Sulitnya Ekonomi

Turkmenistan menghadapi kondisi ekonomi sulit selama hampir satu dekade terakhir.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Bendera Turkmenistan. Sandal di Masjid Hingga Kue, Pencurian di Turkmenistan Marak di Tengah Sulitnya Ekonomi
Foto:

Salah satu pemilik supermarket di kota Bayramaly, Provinsi Mary mengatakan dia sadar akan nasib anak-anak miskin yang mencoba mencuri makanan dari tokonya. “Oktober 2022, seorang anak laki-laki dengan pakaian tua yang lusuh memasuki toko tepat sebelum jam tutup, menyambar sebungkus kue, dan lari menjauh,” kata pria itu.

Pria itu mengatakan dia mengejar bocah itu, menangkapnya, dan kemudian bertanya mengapa dia mencuri. "Anak laki-laki itu mengatakan dia memiliki dua adik di rumah dan mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan. Dia mencuri kue itu untuk adik-adiknya," kata pemilik toko.

Ia juga mengetahui ayah anak tersebut telah pergi ke luar negeri sebagai pekerja migran dan tidak menghubungi keluarganya selama beberapa tahun. Ibu mereka bekerja shift malam tetapi tidak menghasilkan cukup uang untuk memberi makan keluarganya. Dengan statistik resmi yang tidak tersedia, diperkirakan ratusan ribu orang Turkmenistan bekerja di luar negeri, kebanyakan di Turki.

Pemilik toko mengatakan dia memutuskan tidak melaporkan kejadian tersebut. Sebaliknya, dia meminta asistennya membawa anak laki-laki itu ke ibunya dan mengirimkan makanan untuk keluarga tersebut.

Banyak orang Turkmenistan mengeluhkan pemerintah tidak memiliki sistem kesejahteraan sosial yang memadai untuk membantu mereka yang rentan. Mereka menuduh pihak berwenang gagal mengatasi kemiskinan dan pengangguran kronis yang memaksa jutaan warga Turkmenistan meninggalkan negara itu selama dekade terakhir.

Di timur kota Turkmenabat, pusat administrasi Provinsi Lebap, penduduk setempat juga mengeluhkan meningkatnya pencurian ternak dan peralatan rumah tangga. Pada 1 Januari saja, tiga rumah tangga di Turkmenabat melaporkan penggembalaan ternak. Pencuri tak dikenal itu memasuki rumah yang terletak di tepi Sungai Amudarya dan mencuri sapi, domba, dan kambing di saat pemiliknya sedang pergi.

Pria tersebut mengatakan polisi menolak bertindak, mengatakan mereka terlalu sibuk untuk menangani pengaduan tersebut. "Mereka mengatakan kepada kami, 'Kami tidak punya waktu menangani masalah seperti ini. Kami sudah memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,'" kata warga Turkmenabat itu. Dia mengatakan polisi tidak membuka penyelidikan sampai para korban membayar suap. RFE/RL menghubungi departemen kepolisian Turkmenabat untuk memberikan komentar tetapi tidak mendapat tanggapan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement