Ahad 08 Jan 2023 17:09 WIB

Otoritas UEA Buka Suara Kehalalan Biskuit Oreo

Oreo di AS dan Kanada tidak bersertifikat halal.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Lida Puspaningtyas
Biskuit Mondelez International OREO berkolaborasi dengan grup girlband asal Korea Selatan, Blackpink dalam terobosan produk terbaru OREO X Blackpink. Dok Mondelez Indonesia
Foto: Dok Mondelez Indonesia
Biskuit Mondelez International OREO berkolaborasi dengan grup girlband asal Korea Selatan, Blackpink dalam terobosan produk terbaru OREO X Blackpink. Dok Mondelez Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Perdebatan tentang apakah kudapan Oreo di UEA halal atau tidak telah diselesaikan oleh Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan. Kementerian menepis desas-desus yang menyebut produk itu mengandung daging babi dan alkohol.

“Baru-baru ini beredar informasi biskuit Oreo tidak halal, karena mengandung babi dan alkohol. Kami informasikan bahwa yang beredar itu tidak benar,” demikian tulis kementerian tersebut dalam akun Twitter mereka, dikutip di The National News, Ahad (8/1/2023).

Baca Juga

Mereka menyebut biskuit ini tidak mengandung bahan hewani seperti minyak dan lemak. Hal tersebut telah dikonfirmasi dan dibuktikan dengan tes laboratorium.

“Kementerian menegaskan semua makanan yang diimpor dan diperdagangkan tunduk pada sistem prosedur dan program terintegrasi, yang memastikan standar keamanan pangan tertinggi dan kesesuaian dengan spesifikasi yang disetujui di negara tersebut,” lanjut mereka.

Otoritas Pertanian dan Keamanan Pangan Abu Dhabi pun ikut menggemakan pernyataan dari kementerian. Mereka mengatakan, tidak ada bukti kuat yang membuktikan kue yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Mondelez International ini mengandung bahan-bahan yang tidak halal.

Pernyataan tersebut dibuat setelah unggahan dari tahun 2019 muncul kembali, yang menunjukkan akun resmi Oreo membuat unggahan bahwa kudapan tersebut tidak halal. Cuitan itu lantas memicu percakapan tentang produknya, bahkan ada yang menghubungi Mondelez untuk konfirmasi.

Dalam pernyataan di situsnya, Mondelez mengatakan karena Oreo tersedia di seluruh dunia, perusahaan mengalihdayakan sertifikasi halalnya melalui agen eksternal.

“Mondelez International berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen kami, yang dapat bervariasi dari pasar ke pasar. Kami mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk persyaratan makanan religius seperti halal atau kosher, saat memutuskan apa yang akan ditawarkan kepada konsumen di pasar tertentu," tulis mereka.

Tidak hanya itu, mereka juga menyebut hal terbaik yang harus dilakukan konsumen adalah memeriksa bahan dan label, untuk menjamin kesesuaian untuk diet mereka.

Mondelez memiliki pabrik lokal di pasar yang berbeda di mana ia beroperasi, termasuk di Timur Tengah. Perusahaan ini memiliki fasilitas produksi di Arab Saudi dan Bahrain.

Pernyataan dari otoritas UEA mungkin telah mengonfirmasi bahwa Oreo itu halal. Tetapi produk yang sama di belahan dunia lain telah dikonfirmasi sebagai tidak bersertifikat halal, termasuk di AS dan Kanada.

Di Eropa, kue-kue tersebut juga tidak bersertifikat halal. Menurut situs Inggris Orea, disebutkan komposisi atau proses pembuatannya tidak lantas membuatnya tidak cocok untuk diet Muslim.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement