Sabtu 24 Dec 2022 06:09 WIB

Keindahan Islam Memikat Hati Jayina Chan, Mualaf Cantik Asal Singapura Ini

Mualaf Jayina Chan memeluk Islam berkat keindahan ajaran agama ini

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Jayina Chan. Mualaf Jayina Chan memeluk Islam berkat keindahan ajaran agama ini
Foto:

Tetapi atas saran temannya, dia berhasil menyelesaikan membacanya dan menemukan jawaban yang dia butuhkan. Dia kemudian mencari buku tafsir untuk lebih mudah memahami makna ayat-ayat Alquran tersebut.

“Hanya setelah belajar dan mendapatkan pengetahuan, saya menyadari bahwa Islam adalah agama yang sangat indah. Itu mencakup kedamaian, cinta, dan banyak hal lain yang saya salah pahami. ”

Keindahan Islam 

Islam sangat menarik bagi dia karena itu adalah agama yang indah. Keindahan Islam membuatnya memberikan begitu banyak kedamaian dan ketenangan dan itu adalah sesuatu yang dia suka. Hal ini juga menjadi sebuah hiburan bagi orang yang sakit.

Dalam hal toleransi beragama di Singapura, dia merasa mendapatkan berkah karena  memiliki banyak orang yang menerimanya dengan hati dan pikiran terbuka.

"Namun, saya berpikir bahwa ada banyak orang yang membutuhkan sedikit lebih banyak pendidikan, pemahaman, dan toleransi ketika datang ke keyakinan agama yang berbeda" jelas dia.

Melawan stigma negatif  

Namun setelah teman-temannya mengetahui dirinya memeluk Islam, banyak reaksi terkejut yang didapatkannya. Dia mendapatkan banyak komentar pemikirna pendek dari non-Muslim.

“Kamu nggak bisa makan babi lagi loh,” “Suami kamu boleh punya empat istri,” “Islam kan agama penuh kekerasan,”. Kalimat-kalimat itulah yang didengar Jayina dari lingkungan sosialnya saat ia bercerita soal keputusannya untuk memeluk agama Islam. Menurut Jayina, tak sedikit orang di Singapura yang masih harus belajar soal menghormati dan bertoleransi terhadap umat agama lain.

Dia hanya tersenyum menanggapinya dan tidak terlalu mempedulikannya. “Ada satu kalimat di Alquran yang menjadi favorit saya. ‘Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat,’ (penggalan surat Al-Baqarah ayat 256). Bagi saya, sudah jelas manusia diberi akal dan pikiran untuk memilih. Memilih jalan hidup, agama dan apapun. Jika kita tidak mau orang lain memilihkan jalan hidup kita, jangan pernah menghakimi pilihan orang lain,” ungkap Jayina.

 

Jayina percaya, pilihannya untuk memeluk agama Islam adalah jalan hidup terbaik baginya. Dia berharap, orang-orang sekitarnya dapat menerima itu. Karena penerimaan akan berujung pada toleransi. Dan saat semua orang bisa menerima dan mengerti pilihan hidup orang lain, dan berhenti menghakimi, maka dunia akan menjadi tempat yang lebih baik 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement