Sabtu 24 Dec 2022 01:47 WIB

Pemkot Jambi Mewisuda 7.000 Penghafal Alquran pada 2022

Jambi berupaya mencetak 10 ribu penghafal Alquran.

Pemkot Jambi Mewisuda 7.000 Penghafal Alquran pada 2022
Foto: Antara/Septianda Perdana
Pemkot Jambi Mewisuda 7.000 Penghafal Alquran pada 2022

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Pemerintah Kota Jambi mewisuda 7.931 penghafal Alquran setingkat SD dan SMP di daerah itu hingga 2022. "Insya Allah tahun depan, kami targetkan ada 10 ribu siswa-siswi SD SMP penghafal Alquran yang kami wisuda," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Jumat (23/12/2022).

Mengakhiri 2022, Pemkot Jambi terus berkomitmen mencetak para penghafal Alquran. Ini ditandai dengan diwisudanya para penghafal Alquran tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi.

Baca Juga

"Hari ini setidaknya ada 2.089 para penghafal Alquran yang diwisuda di lapangan Kantor Wali Kota Jambi. Program wisuda bagi para penghafal kitab suci umat Islam ini merupakan salah satu program andalan," katanya.

Fasha berharap, kegiatan dan program yang dilakukan Pemkot Jambi ini dapat memberikan kebaikan dan keberkahan. Dia juga berpesan, pada Dinas Pendidikan Kota Jambi serta anggota Komisi empat DPRD Kota Jambi untuk bisa terus melanjutkan program ini.

"Mulai hafalan satu juz sampai 30 juz. Ini luar biasa, kami berpesan kepada Dinas Pendidikan, jangan disetop meski saya tidak lagi jadi wali kota," katanya.

Dia juga mengucapkan rasa syukur ke para penghafal Alquran di Kota Jambi. Meskipun hanya satu juz, mereka tetap disebut penghafal Alquran. "Semua memang dimulai bertahap. Setelah diwisuda harus terus belajar tidak ada kata selesai membaca Alquran. Godaan memang besar. Mudah-mudahan yang kalian laksanakan dan lakukan ini adalah hadiah terindah untuk kedua orang tua," katanya.

Tak hanya ke para penghafal Alquran, Syarif juga memberikan masukan ke para orang tua mereka. Para orang tua diharapkan dapat mendukung apa yang dilakukan oleh anak-anak mereka, para penghafal Alquran tersebut.

"Kami mengingatkan, apabila anak-anak pulang telat karena menghafal Alquran, terus dukung mereka. Sampai di rumah kembali ditanya sudah sampai mana hafalannya. Dukung mereka, minta mengulang agar keesokan harinya mereka tidak akan lupa dengan hafalannya," jelasnya.

Berbagai dukungan diberlakukan untuk merealisasikan upaya mencetak 10 ribu penghafal Alquran tersebut. Seperti menggalakkan pengajian antara Maghrib dan Isya yang rutin dilaksanakan untuk membudayakan gemar baca Alquran dan memberantas buta aksara Alquran di masjid, langgar, taman pelajaran Alquran (TPA), dan lain-lain.

Pemkot Jambi juga memberikan insentif kepada guru mengaji, pengurus masjid, bahkan fardhu kifayah (pemandi jenazah) pun juga dilakukan sebagai upaya penguatan syiar Islam di Kota Jambi. Termasuk pengangkatan hafizh dan hafizhah sebagai guru ngaji (tahfizh) di berbagai sekolah dalam Kota Jambi.

Selain itu, Pemkot juga rutin menggelar Musabaqah Tilawatil Quran, termasuk Festival Anak Shaleh (FASI) dari berbagai tingkatan. "Ini untuk memberantas buta aksara Alquran di Kota Jambi," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement