Kamis 22 Dec 2022 06:03 WIB

Santri Putri SMP Hidayatullah Depok Siap Berkarya dengan Kekuatan Literasi

Literasi adalah bagian dari pilar tegaknya peradaban Islam.

Ketua Umum Pemuda Hidayatullah dan Humas Laznas BMH Imam Nawawi menjadi narasumber workshop kepenulisan yang diadakan oleh santri putri SMP Hidayatullah Depok, Rabu (21/12/2022).
Foto: Dok BMH
Ketua Umum Pemuda Hidayatullah dan Humas Laznas BMH Imam Nawawi menjadi narasumber workshop kepenulisan yang diadakan oleh santri putri SMP Hidayatullah Depok, Rabu (21/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,

 

Baca Juga

 

 

DEPOK -- Santri Putri SMP Hidayatullah Depok, Jawa Barat, menggelar kegiatan bincang literasi dalam program "Workshop Kepenulisan" bersama penulis aktif di beragam media, seperti Republika, Majalah Suara Hidayatullah dan Majalah Mulia, yakni Imam Nawawi, Rabu (21/12/2022).

"Kami hadirkan gelaran ini agar para santri bisa menyiapkan diri untuk berkarya dengan kekuatan literasi. Beberapa tulisan telah mereka hasilkan dan akan segera disiapkan untuk terbit dalam bentuk buku," terang Kepala Sekolah SMP Putri Hidayatulalh Depok, Sarah Zakiyah, Rabu (21/12/2022).

Dalam kesempatan itu, Imam Nawawi memberikan uraian perihal bahwa literasi adalah bagian dari pilar tegaknya peradaban Islam.

"Islam adalah ajaran yang memandu manusia memahami jalan hidup yang indah dan mulia. Karena itu ayat yang pertama Allah turunkan kepada Nabi Muhammad adalah Iqra' bismirabbik, membaca dengan nama Tuhan," ungkap Imam.

Terbukti dalam perjalanan, para ulama menjadi pionir tegaknya budaya literasi. Seperti Ath-Thabari, Al-Qurthubi dan banyak lagi ulama lainnya.

"Ath-Thabari itu mampu menulis 40 halaman setiap hari sepanjang 40 tahun. Tidak kurang dari setengah juta lebih halaman yang telah beliau tuliskan. Tafsir Ath-Thabari saja itu sangat tebal," imbuh Imam.

Lebih jauh Imam memberikan penjelasan keuntungan menekuni dunia literasi sejak remaja. "Orang yang bagus literasinya akan jadi manusia yang memiliki budaya yang positif dalam 24 jam kehidupannya. Punya kecerdasan dan kelapangan dada, sehingga tidak mudah galau, gelisah apalagi putus asa. Semakin literasi tinggi, semakin percaya diri meningkat dan tidak ada waktu luang melainkan akan ia gunakan sebagai sarana mencerdaskan diri," urainya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan praktik menulis secara spontan dari seluruh santri. Dan, ketika sampai pada sesi pengujian, ternyata karya tulis para santri putri cukup potensial dan bagus.

Kata Imam, "Tinggal latihan dan komitmen untuk terus berlatih dan mengasahnya. Tulisan santri sekarang cukup bagus, terus tajamkan."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement