Kamis 03 Nov 2022 21:53 WIB

Empat Warga Palestina Tewas Ditembak, Pasukan Israel Cuek

Pasukan Israel tak menanggapi soal pembunuhan empat warga Palestina.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Tentara Israel menembak warga Palestina
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Tentara Israel menembak warga Palestina

REPUBLIKA.CO.ID,RAMALLAH -- Empat warga Palestina tewas oleh pasukan Israel pada Kamis (3/11/2022) waktu setempat saat terjadi gejolak kekerasan yang berkobar di Yerusalem timur yang dicaplok Israel dan Tepi Barat yang diduduki. Hal ini disampaikan oleh petugas medis dan keamanan, seperti dilansir laman RFI, Kamis (3/11/2022).

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, ada dua warga Palestina yang ditembak mati oleh pasukan Israel di Jenin. Selain itu, empat warga Palestina menderita luka tembak. Tewasnya beberapa warga Palestina tersebut disampaikan ketika tentara Israel mengatakan sedang melakukan serangan di kota Tepi Barat utara.

Baca Juga

Serangan itu bahkan hanya selang beberapa jam setelah seorang Palestina yang diduga menikam seorang perwira Israel ditembak mati di Kota Tua Yerusalem. Pembunuhan terakhir terjadi dua hari setelah pemilihan umum Israel.

PBB bahkan telah menyampaikan, saat ini adalah periode paling mematikan dalam beberapa tahun di Tepi Barat. Sebab, serangan tentara Israel hampir terjadi setiap hari dan peningkatan bentrokan dan serangan terhadap pasukan Israel.

Militer Israel mengatakan saat ini mereka beroperasi di kamp Jenin untuk pengungsi, tetapi tidak mengomentari pria yang ditembak mati ketika dihubungi oleh AFP. Kelompok militan Jihad Islam menyebut salah satu dari mereka yang tewas adalah Farouq Salameh, salah satu pejuang mereka.

Sebelumnya pada hari Kamis seorang penyerang ditembak mati oleh polisi Israel di Kota Tua Yerusalem, setelah menikam salah satu tentara Israel di tubuh bagian atas namun ditembak mati oleh dua petugas lainnya. Kantor berita resmi Palestina Wafa mengatakan warga Palestina yang menyerang itu adalah penduduk lokal Amer Bader yang berusia 20 tahun.

Selain itu, insiden di Yerusalem timur yang dicaplok Israel terjadi di samping pos pemeriksaan bagi jamaah Muslim yang mengunjungi kompleks masjid Al-Aqsa di dekatnya, situs tersuci ketiga Islam, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount. Rumah sakit Shaare Zedek mengatakan, mereka merawat seorang pria yang menderita luka tusuk di badan dalam kondisi sedang, dan seorang pria lainnya yang luka ringan akibat tembakan di kaki, kemungkinan akibat tembakan polisi.

Petugas polisi setempat mengalami luka ringan setelah terkena pecahan peluru selama insiden itu, kata rumah sakit Hadassah Yerusalem. Pasukan Israel menutup jalan-jalan di sekitarnya sementara tim forensik memotret tempat kejadian, di samping sebuah kios yang penuh dengan roti.

Sementara itu para pelayat berkumpul di desa Beit Duqqu di Tepi Barat untuk pemakaman seorang pria berusia 42 tahun yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Polisi perbatasan Israel mengatakan, petugas menembak mati seorang tersangka dengan bom api di tangannya di Beit Duqqu, barat laut Yerusalem.

Setidaknya 34 warga Palestina dan tiga warga Israel tewas di Yerusalem timur dan Tepi Barat sejak awal Oktober. Lonjakan kekerasan mendorong penguncian selama beberapa pekan di kota Nablus di Tepi Barat, yang menurut militer Israel dicabut pada Kamis (3/11/2022).

Penutupan yang diberlakukan pada 11 Oktober lalu oleh Israel telah membatasi perjalanan masuk dan keluar kota untuk sekitar 200 ribu warga Palestina, mengganggu kehidupan sehari-hari, ekonomi lokal dan akses ke perawatan medis dan pendidikan.

Sumber:

 https://www.rfi.fr/en/middle-east/20221103-four-palestinians-killed-by-israeli-forces-in-separate-incidents

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement