Kamis 03 Nov 2022 21:50 WIB

Perhelatan Akbar R20 Ditutup, India Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

R20 merupakan prakarsa Nahdlatul Ulama untuk dorong perdamaian dunia

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Forum R20 dihelat di Bali pada Rabu-Kamis, 2-3 November 2022. Hadir saat pembukaan, Sekjen Liga Muslim Dunia, Syekh Mohammad bin Abdul Karim Al-Issa, Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Hadir pula mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menkopolhukam, Mahfud MD, Menko PMK, Muhadjir Effendy, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri BUMN, Erick Thohir.
Foto: istimewa
Forum R20 dihelat di Bali pada Rabu-Kamis, 2-3 November 2022. Hadir saat pembukaan, Sekjen Liga Muslim Dunia, Syekh Mohammad bin Abdul Karim Al-Issa, Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Hadir pula mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menkopolhukam, Mahfud MD, Menko PMK, Muhadjir Effendy, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau yang biasa dipanggil Gus Yahya menutup secara resmi Forum Religion of Twenty (R20) di kawasan Nusa Dua Bali, Badung, Kamis (3/11/2022). Tahun depan, konferensi internasional para tokoh agama dunia ini akan digelar di India. 

Sebelum ditutup, Gus Yahya menyerahkan penyelenggaraan Forum Agama G20 tahun 2023 kepada tokoh agama India, HH Mahamahopadhyaya Swami Bhadreshdas. Serah terima ini ditandai dengan penyerahan pataka forum R20 dan plakat. 

Keduanya didampingi sejumlah tokoh, seperti Kepala Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) untuk Asia Tenggara dan Australia Syekh Abdurrahman Al-Khayyat, Perwakilan pemerintah Indonesia Muhsin Syihab, Ahmad Suaedy selaku Ketua Panitia Forum R20, dan sejumlah tokoh agama dari India.

Dalam sambutan penutupnya, Gus Yahya kemudian menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada pembicara dan peserta yang telah hadir memenuhi undangannya. 

Dia pun menegaskan bahwa Forum R20 merupakan awalan dari perwujudan harapan yang telah dilakukan NU selama ini. 

Dari waktu ke waktu, kata dia, NU mencoba menjangkau dan menemukan orang-orang untuk menjadi mitra supaya bisa menghasilkan satu gerakan global dan berkontribusi terhadap pembangunan manusia dan masa depan yang lebih baik bagi peradaban manusia.

“Kami membuat satu panggilan universal dan Anda telah menjawab panggilan kami,” ujar Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, keberadaan bersama selama dua hari di Bali ini tidak lain dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama itu. 

“Dan di titik ini, saya meyakini bahwa kita semua setuju dan sepakat untuk R20 bukan satu acara saja, tetapi mengembangkannya menjadi pergerakan global,” ucap Gus Yahya.

Sementara itu, juru bicara forum R20, Najib Azca menjelaskan, forum R20 di Bali ini telah menghasilkan komunike, yang berisi kesimpulan dari apa sudah dibicarakan dalam sidang paripurna R20.

Salah satu isinya, akan memohon kepada pemerintah Indonesia untuk mengusulkan dalam Forum G20 pada 15-17 November nanti agar R20 ini diterima secara resmi sebagai official engagement event G20. 

"Jadi, salah satu komunikenya, kita akan membawa keinginan itu ke forum G20, tentu saja melalui pemerintah Indonesia, yang sekarang sebagai presiden," kata Najib.     

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement