Kamis 27 Oct 2022 14:18 WIB

LDNU Ingatkan Pentingnya Silaturahmi dan Konsolidasi Dakwah

Kerja dakwah adalah kerja-kerja kolosal yang melibatkan banyak orang.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Pengurus Besar Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (PBLDNU) bekerja sama dengan SEAMOLEC menggelar  pelatihan dai milenial.
Foto: Dok PBLDNU
Pengurus Besar Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (PBLDNU) bekerja sama dengan SEAMOLEC menggelar pelatihan dai milenial.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Abdullah Syamsul Arifin dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LD PBNU Ke-IX menyampaikan pentingnya terus menjaga silaturahmi dan konsolidasi dakwah. Rakernas LD PBNU yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede ini ditutup pada Rabu (26/10/2022).

"Di era sekarang adalah era kolaborasi, karena kerja dakwah adalah kerja-kerja kolosal yang melibatkan banyak orang dan akhirnya memberikan dampak kepada umat, bangsa, dan dunia," kata Kiai Arifin melalui pesan tertulis kepada Republika, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga

Kiai Arifin juga menyampaikan ucapan terima kasih atas khidmat seluruh peserta dan panitia kepada NU. Terima kasih kepada semuanya panitia pelaksana Rakernas IX Lembaga Dakwah PBNU dan seluruh peserta. Selamat melanjutkan peran dakwah di medan dakwah dan memberikan manfaat bagi umat.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi secara resmi menutup rangkaian Rakernas Lembaga Dakwah PBNU Ke-IX pada Rabu (26/10/2022) malam. Dalam pidatonya, Wamenag menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas komitmen terhadap dakwah rahmatan lil alamin.

"Apresiasi terbaik untuk seluruh peserta dan panitia Rakernas LD PBNU yang memberikan dedikasi pada dunia dakwah dengan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dalam pengembangan dakwah NU," ujar Kiai Zainut.

Menurut Kiai Zainut, hasil Rakernas LD PBNU ini akan menjadi bekal yang dibawa pulang para dai sebagai bekal di medan dakwah. Harapannya ke depan dai NU terus menjadi garda terdepan dalam membumikan moderasi beragama bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia.

Kiai Zainut juga mengingatkan, perkembangan dakwah di Indonesia ditopang oleh ormas-ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Karenanya ada dua kata kunci penting dalam dakwah, yaitu komitmen kebangsaan dan kemajuan umat.

"Komitmen kebangsaan dan kemajuan umat haruslah menjadi nafas perjuangan seluruh ormas Islam di Tanah Air. Umat Islam adalah satu umat dan apapun perbedaannya, umat Islam tetap terikat dalam persaudaraan keislaman, dan persaudaraan kebangsaan," kata Wamenag.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement