Selasa 25 Oct 2022 14:41 WIB

Tanda Sederhana Seorang Hamba Jauh dan Terhalang dari Allah SWT

Hubungan antara Allah SWT dan hamba-Nya bisa dekat dan jauh.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ilutrasi hubungan hamba dan Allah SWT. Hubungan antara Allah SWT dan hamba-nya bisa dekat dan jauh
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Ilutrasi hubungan hamba dan Allah SWT. Hubungan antara Allah SWT dan hamba-nya bisa dekat dan jauh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hubungan antara Allah SWT dan hamba-Nya bisa sangat dekat juga bisa sebaliknya teramat jauh. Terdapat tanda-tanda orang yang belum bertemu dan belum sampai kepada Allah SWT.

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari menyebutkan tanda itu dalam kitab Al-Hikam sebagai berikut:   

Baca Juga

 تَطَلُّعُكَ إِلَى بَقَاءِ غَيْرِهِ دَلِيْلٌ عَلَى عَدَمِ وِجْدَانِكَ لَهُ وَاسْتِيَحاشُك بِفِقْدَانِ مَا سِوَاهُ دَلِيلٌ عَلَى عَدَمِ وُصْلَتِكَ بِهِ

"Salah satu tanda bahwa kamu belum bertemu dengan Allah SWT adalah adanya keinginan kamu menjadikan selain Allah SWT juga kekal. Sedangkan, tanda bahwa kamu belum sampai kepada Allah SWT adalah adanya ketakutan kamu kehilangan sesuatu selain-Nya." (Syekh Athaillah, Al-Hikam)

 

Penyusun syarah dan penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah 2017 menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai tanda orang yang belum bertemu dan belum sampai kepada Allah SWT. 

Salah satu tanda bahwa kamu belum mengenal sifat-sifat Allah SWT yang terdapat di alam semesta ini, jika dalam diri kamu terdapat ke¬inginan untuk mengekalkan sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT kepada kamu. 

Misalnya, kamu mengharapkan kekalnya rezeki, cahaya, kehidupan, dan lain sebagainya. Semua itu menunjukkan bahwa kamu belum bertemu dengan-Nya. 

Akibatnya, kamu hanya dapat memperhatikan bulan, tetapi tidak mampu merenungi kekuasaan-Nya di balik itu. Kamu hanya bisa menyaksikan bintang-bintang dan berdecak kagum tanpa memahami risalah agung yang tersirat di baliknya. 

Banyak makhluk lainnya yang kamu abaikan, tanpa ada usaha untuk memperhatikan petunjuk yang tersirat di baliknya. 

Selain itu, jika kamu merasa takut kehilangan sesuatu selain Allah SWT maka itu adalah bukti bahwa kamu belum sampai kepada-Nya. Misalnya, kamu takut kehilangan istri, ayah, ibu, dan seluruh keluarga. 

Jika kamu telah sampai kepada-Nya maka kamu akan merasa cukup dengan-Nya. Jika kamu mencintai mereka, maka itu hanya sekadarnya. 

Cinta sejati kamu hanyalah bagi-Nya. Ibarat rasa cinta yang bersarang di hati sepasang kekasih. 

Baca juga: Pengakuan Mengharukan di Balik Islamnya Sang Diva Tere di Usia Dewasa

Mereka akan lupa segala sesuatu saat bersama dengan kekasih mereka. Mereka rela meninggalkan ayah, ibu, dan saudara¬-saudara mereka yang lain demi bersama sang kekasih. 

Begitulah kira-kira perumpamaan kecil rasa cinta kepada Allah SWT. Allah SWT Mahamulia dari contoh kecil seperti itu. 

lntinya, jadikanlah Allah SWT sebagai tujuan hidup kamu. Jika kamu ingin mencintai, maka tunjukan rasa ini kepada-Nya semata. Jika kamu ingin meminta, maka mintalah kepada-Nya saja. 

Kekuasaan dan keabadian yang hakiki itu hanya ada di tangan-Nya. Kamu tidak akan pernah mendapatkan semua itu pada yang lain-Nya.    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement