Jumat 16 Sep 2022 19:23 WIB

Jamaah Masjid London Kenang Jasa Ratu Elizabeth II

Komunitas Muslim memuji komitmen Ratu Elizabeth terhadap multikulturalisme.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko
Orang-orang berjalan dalam antrian melewati Tower Bridge untuk memberi penghormatan kepada mendiang Ratu Elizabeth II selama Lying-in State, di Westminster Hall, di London, Inggris, Jumat, 16 September 2022. Ratu akan disemayamkan di Westminster Hall selama empat hari penuh sebelum pemakamannya pada Senin 19 September.
Foto: AP Photo/Petr David Josek
Orang-orang berjalan dalam antrian melewati Tower Bridge untuk memberi penghormatan kepada mendiang Ratu Elizabeth II selama Lying-in State, di Westminster Hall, di London, Inggris, Jumat, 16 September 2022. Ratu akan disemayamkan di Westminster Hall selama empat hari penuh sebelum pemakamannya pada Senin 19 September.

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON — Jamaah Masjid Pusat London menyanyikan God Save the King yakni lagu kebangsaan Britania Raya untuk menghormati jasa-jasa Ratu Elizabeth II dan sekaligus menandai naik tahtanya Raja Charles III. Dalam kesempatan itu para pemimpin Muslim hadir di Masjid Pusat London yang berlokasi di the Regent's Park. Menurut penyelenggara ini merupakan kegiatan yang pertama dilakukan Masjid Pusat London sejak kematian Ratu. Salah seorang anggota Pusat Kebudayaan Islam, Ahmad Al Dubayan mengatakan bahwa mereka ingin menunjukkan bagaimana perasaan komunitas Muslim karena kepergian Ratu Elizabeth II.

"Muslim sangat berterima kasih dan mengakui semua hal yang dia (Ratu Elizabeth II) lakukan. Sang Ratu dicintai oleh semua orang, dan semua orang mengingat pencapaian dan hal-hal baik tentangnya," kata Dubayan seperti dilansir BBC News pada Jumat (16/9/2022). 

Baca Juga

Dubuayan memuji komitmen Ratu Elizabeth terhadap multikulturalisme. Selain itu ia juga memuji komitmen dan pengabdian Ratu Elizabeth untuk melayani semua orang yang menjadikan Inggris sebagai oasis kebebasan. Sementara itu Ketua Dewan Internasional Prince's Trust, Shabir Randeree, menggambarkan kegiatan tersebut sebagai momen yang sangat mengharukan.

"Pertama, saya sangat senang berdiri di masjid menyanyikan God Save the King. Dan yang kedua, saya sangat tersentuh tentu saja dalam mencoba mengingat Ratu. Itu adalah momen yang penting dan momen yang sangat menyentuh. Komunitas Muslim bersatu dengan semua orang, dan Anda telah melihat curahan kesedihan, tidak hanya dari komunitas Muslim tetapi dari semua komunitas di Inggris, dan berani saya katakan, di Persemakmuran dan juga di seluruh dunia," kata Randeree. 

Menurut Randeree ini merupakan kesempatan yang sangat positif bagi semua komunitas untuk menunjukkan kebersamaan. Bersama berduka atas meninggalnya Ratu dan juga mengenang jasa dan kontribusinya. 

"Saya pikir sangat penting bagi komunitas Muslim untuk berada di sini dan untuk mengatakan apa yang mereka rasakan, dan juga agar keluarga kerajaan dan lainnya serta seluruh negara memperhatikan bahwa mereka sangat berduka," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement